<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogger Indonesia SetyaPutra.Org &#187; bank</title>
	<atom:link href="http://www.setyaputra.org/tag/bank/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setyaputra.org</link>
	<description>Stories and articles about Application, Blogosphere, Internet World, and Online Business</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 May 2010 14:42:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Situs Bank Jateng dibobol Cracker</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 03:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet World]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[crack]]></category>
		<category><![CDATA[cracker]]></category>
		<category><![CDATA[cracking]]></category>
		<category><![CDATA[hack]]></category>
		<category><![CDATA[hacker]]></category>
		<category><![CDATA[hacking]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[site]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan guyonan, karena memang benar-benar terjadi. Saat baca di detikInet ada headline berjudul &#8220;Bank Jateng Dibobol Cracker&#8221; membuat keingintahuan yang besar membaca artikelnya detik. Sebelum situs tersebut kena crack saya belum pernah nyambangi situsnya bank jateng jadi tidak tahu apakah disitu ada fasilitas internet banking-nya atau hanya sekedar portal informasi saja. Kalau ada ibank-nya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-508" style="margin: 5px 10px;" title="bank-jateng285" src="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2009/01/bank-jateng285.jpg" alt="bank-jateng285" width="285" height="230" />Ini bukan guyonan, karena memang benar-benar terjadi. Saat baca di detikInet ada headline berjudul &#8220;<span class="judul">Bank Jateng Dibobol <em>Cracker</em></span>&#8221; membuat keingintahuan yang besar membaca artikelnya detik.</p>
<p>Sebelum situs tersebut kena crack saya belum pernah nyambangi situsnya bank jateng jadi tidak tahu apakah disitu ada fasilitas internet banking-nya atau hanya sekedar portal informasi saja.</p>
<p>Kalau ada ibank-nya, wah benar-benar berbahaya menjadi pengguna ibank-nya bank jateng. Kalau hanya sebatas portal informasi saja, ya masih bisa dimaklumi apa lagi kalau pakai produk CMS opensource. Bukannya CMS Open Source berarti tidak aman, hanya Admin portal harus rajin-rajin update versi terbaru saat developer CMS tersebut mengeluarkan versi update terbaru. Susahnya adalah kalau produk CMS Open Source ini adalah hasil jualan dari para &#8220;opreker&#8221; yang mengoprek CMS ini sehingga layak jual (versi operakan) ke instansi tertentu dengan harga yang lumayan, maka kadang-kadang versi update terbaru tidak cocok dengan versi oprekan sehingga tidak bisa di update. Kalau sudah begini, minta pada pembuat &#8220;oprekan&#8221;  atau opreker tersebut untuk meng-update-nya.</p>
<p>Berikut adalah ulasan lengkapnya :</p>
<blockquote><p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Situs web yang tahan gempuran sejatinya sangat penting bagi lembaga keuangan seperti bank. Namun sayangnya, tak demikian bagi Bank Jateng, kantor <em>online</em>-nya malah dengan mudah dibobol <em>cracker</em>.</p>
<p>Pelaku aksi ini mengaku bernama &#8216;v3n0m&#8217;. Dalam jejak yang ditinggalkannya, ia sepertinya punya hubungan dengan komunitas <em>cracker</em> Yogyacarderlink yang sempat menjadi sorotan karena menyusup ke sejumlah situs lokal.</p>
<p>Secara implisit, dengan melakukan aksi ini, v3n0m ingin menyentil pengelola situs Bank Jateng untuk segera menambal lubang-lubang yang terdapat di situs tersebut sebelum menjadi bulan-bulanan penjahat cyber.</p>
<p>Alhasil, ketika disambangi<strong> detikINET</strong>, Senin (5/12/20085) siang, situs yang beralamat di http://www.bankjateng.co.id/ ini tak lagi bisa diakses.</p>
<p>Latar belakang halaman situs berubah menjadi warna hitam yang disertai sejumlah tulisan, &#8220;<em>HackeD by v3n0m. Your Bank Security is null</em>,&#8221; bunyi salah satu pesan pelaku.</p>
<p>Selain itu, pelaku juga menyusupkan foto wanita cantik yang dikatakan bernama Jovita dan merupakan mahasiswi fakultas ilmu komunikasi Universitas Atmajaya, Jogjakarta. <strong> (	ash	/	faw	)</strong></p></blockquote>
<p>Sampai saat ini (8 Januari 2009 pk. 10:14 AM) saat saya sambangi situs <a href="http://www.bankjateng.co.id/" target="_blank">bank jateng</a> masih belum beres karena hasil loading browser saya terus looping proses yang tidak selesai-selesai.</p>
<p>Source : <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/01/05/152719/1063294/323/bank-jateng-dibobol-cracker" target="_blank">detikInet</a><strong><br />
</strong></p>
<ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/06/07/situs-dephut-dipalsukan/" title="Situs Dephut dipalsukan ?">Situs Dephut dipalsukan ?</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2010/03/10/ask2link-the-way-of-advertisement/" title="Ask2Link &#8211; the way of advertisement">Ask2Link &#8211; the way of advertisement</a> (3)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/07/01/the-fact-about-internet-addiction/" title="The fact about Internet Addiction">The fact about Internet Addiction</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/04/25/geocities-will-close-later-this-year/" title="GeoCities will close later this year">GeoCities will close later this year</a> (15)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/03/09/can-i-accept-credit-cards-in-real-time-through-my-web-site/" title="Can I accept credit cards in &#8220;real-time&#8221; through my web site?">Can I accept credit cards in &#8220;real-time&#8221; through my web site?</a> (16)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/29/in-text-advertisement/" title="In-Text Advertisement with Infolinks">In-Text Advertisement with Infolinks</a> (16)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/13/http-referrer/" title="HTTP Referrer">HTTP Referrer</a> (5)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/12/blog-oh-blog-contest-1000-business-cards-for-each-winner/" title="Blog Oh Blog Contest &#8211; 1000 Business Cards for Each Winner!">Blog Oh Blog Contest &#8211; 1000 Business Cards for Each Winner!</a> (8)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/11/how-to-choose-the-best-commercial-web-hosting-service/" title="How to Choose The Best Commercial Web Hosting Service">How to Choose The Best Commercial Web Hosting Service</a> (26)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/obeuscom-affiliate-program/" title="Obeus.com Affiliate Program">Obeus.com Affiliate Program</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Devisa Bebas vs Sistem Devisa Terkendali</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2008/11/29/sistem-devisa-bebas-vs-sistem-devisa-terkendali/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2008/11/29/sistem-devisa-bebas-vs-sistem-devisa-terkendali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 11:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Publication]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[devisa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu, ada pertanyaan mahasiswa saya yang tertarik mengenai apa itu sistem devisa bebas dan terkendali dan apa saja kelebihan dan kekurangannya. Karena bidang keahlian saya di akuntansi dan sistem informasi, saya bukan ahli moneter maupun ekonomi makro maka saya mencoba melakukan &#8220;sedikit&#8221; riset mengenai hal ini. Dan inilah pemahaman yang saya dapatkan selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-295" style="margin: 5px;" title="rupiahku" src="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2008/11/rupiahku.gif" alt="" width="126" height="109" />Beberapa hari lalu, ada pertanyaan mahasiswa saya yang tertarik mengenai apa itu sistem devisa bebas dan terkendali dan apa saja kelebihan dan kekurangannya. Karena bidang keahlian saya di akuntansi dan sistem informasi, saya bukan ahli moneter maupun ekonomi makro maka saya mencoba melakukan &#8220;sedikit&#8221; riset mengenai hal ini. Dan inilah pemahaman yang saya dapatkan selama saya adakan riset kecil. Jika ada yang salah atau tidak sepaham, tolong berikan pencerahan di area komentar.</p>
<p><strong>Sistem Devisa Bebas</strong><br />
Sistem ini merupakan sistem devisa yang dianut oleh Indonesia (a.k.a Bank Indonesia dan Pemerintah) sebagaimana diatur dalam UU 24/1999 tentang Lalu Lintas Devisa. Sistem devisa bebas adalah suatu sistem lalu lintas devisa dimana siapapun bisa memiliki dan bebas menggunakan devisa. Dengan demikian maka terjadilah fungsi permintaan dan penawaran pasar. Nilai tukar mata uang asing akan dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan penawaran di pasar, meskipun ada juga pengaruh dari suku bungan bank sentral, tingkat inflasi, maupun kebijakan fiskal pemerintah. Tetapi pada dasarnya lebih tergantung dari jumlah permintaan dan penawaran di pasar.</p>
<p><span id="more-294"></span>Kelebihan dari sistem devisa bebas ini, menurut pemahaman saya, akan menunjukkan sisi kekuatan fundamental ekonomi nasional secara nyata karena nilai investasi yang masuk serta capital yang dibawa keluar Indonesia akan memiliki nilai ekonomis yang nyata dengan fundamental ekonomi dunia. Kalau diingat krisis moneter di akhir era tahun 90 an (sekitar tahun 96 s/d 99), nilai dolar yang awalnya bernilai 2 ribu &#8211; 3 ribuan melonjak sampai 16 ribuan. Ini karena nilai pasar sesungguhnya nilai rupiah adalah diatas 10 ribuan per dolar Amerika. Sehingga dengan sistem devisa bebas ini maka nilai tukar rupiah terhadap dolar diharapkan merupakan nilai sesungguhnya. Selain itu bisa memberikan kepastian bagi investor untuk membuat keputusan investasi di Indonesia, apakah harus membawa capital ke Indonesia atau menempatkan di negara lain.</p>
<p>Kelemahannya adalah, ini masih menurut saya, cadangan devisa Indonesia bisa semakin lama semakin tergerus apabila nilai rupiah terus berfluktuasi diatas nilai psikologis (nilai yang dianggap nyata bagi rupiah dan dolar) karena adanya faktor spekulasi dari para spekulan. Menurut Gubernur BI, Boediono, posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2008 sekitar US$ 50,4 miliar. Angka tersebut melorot jauh dari posisi pada akhir September sekitar 57 miliar dolar AS yang disebabkan intervensi yang dilakukan BI untuk menjaga nilai tukar rupiah. Padahal banyak ekonom menyebutkan nilai minimal cadangan devisa adalah diantara US$ 30-36 miliar. Jadi bisa dibayangkan apabila BI selalu melakukan intervensi ke pasar terus menerus apabila nilai rupiah terus anjlok sampai tahun depan, maka bisa dipastikan akan mengurangi jumlah cadangan devisa. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak Indonesia menganut sistem devisa bebas maka banyak orang berlomba-lomba menjadi spekulan untuk memperoleh gain antara harga beli dolar saat dia beli dengan harga jual dolar saat ini jika mengalami kenaikan. Jika selisih besar maka nilai rupiah akan semakin terpuruk karena banyak spekulan yang memilih membeli dolar. Meskipun faktor hutang LN yang jatuh tempo juga bisa menjadi faktornya tetapi menurut BI kebanyakan adalah karena faktor spekulan. Oleh karena itu baru-baru ini BI mengeluarkan aturan underlying transactions (aturan dengan meminta pelaku transaksi menyertakan NPWP serta alasan yang jelas penggunaan valas) untuk pembelian valas minimal ekuivalen 100.000 dolar AS.</p>
<p><strong>Sistem Devisa Terkendali</strong><br />
Sistem ini merupakan sistem devisa yang mengendalikan lalu lintas devisa dengan mengenakan batasan waktu bagi dana asing yang baru masuk, sehingga bisa parkir di dalam negeri dalam jangka waktu tertentu, misalnya enam bulan sampai satu tahun. Dengan demikian, pemerintah dan BI memiliki kendali atas dana asing yang bersifat spekulatif, yang tidak jelas tujuan masuknya ke pasar domestik. Selain itu bisa saja pemerintah dan BI melakukan pengendalian dengan cara menetapkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing secara berkala, seperti dulu jaman Soeharto.</p>
<p>Kelebihannya, menurut pemahaman saya, memberikan peluang bagi sektor riil yang menggunakan bahan baku atau peralatan dari luar negeri untuk merencanakan aktivitas usaha dengan baik. Selain itu bisa mencegah eksportir untuk memarkir dananya di luar negeri dan tetap menaham dananya di dalam negeri. Dan yang penting adalah bisa menekan faktor spekulatif para spekulan karena bila selisih nilai tukar antara jual dan beli ditentukan berkisar antara 100-300 poin maka aktivitas spekulatif bisa ditekan/dihindari karena tidak menarik lagi dalam sisi pengambilan gain.</p>
<p>Kelemahannya, menurut saya, adalah sesuai dengan pengalaman krisis moneter 10 tahun lalu, nilai tukar tidak mencerminkan nilai riil dari mata uang rupiah sehingga saat Indonesia terkena krisis moneter maka mata uang kita akan terjun bebas. Kalau sudah begini semua sektor akan terkena imbasnya, mulai sektor keuangan sampai sektor riil dan akan butuh waktu lama untuk sembuh.</p>
<p>Sumber :<br />
* <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/11/21/brk,20081121-147332,id.html" target="_blank">Tempo Interaktif</a><br />
* <a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/11/21/bi-mantap-anut-sistem-devisa-bebas/" target="_blank">Antara</a><br />
* <a href="http://202.169.46.231/News/2008/11/27/Utama/ut01.htm" target="_blank">Suara Pembaharuan</a><br />
* Beberapa sumber bebas lainnya diinternet</p>
<ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/02/07/good-news-for-indonesian-adsenser/" title="Good News for Indonesian Adsenser, Western Union Quick Cash">Good News for Indonesian Adsenser, Western Union Quick Cash</a> (8)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/11/how-to-choose-the-best-commercial-web-hosting-service/" title="How to Choose The Best Commercial Web Hosting Service">How to Choose The Best Commercial Web Hosting Service</a> (26)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/" title="Situs Bank Jateng dibobol Cracker">Situs Bank Jateng dibobol Cracker</a> (7)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/reaksi-balmon-membawa-berkah-top-tv/" title="Reaksi Balmon membawa berkah TOP TV">Reaksi Balmon membawa berkah TOP TV</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/obeuscom-affiliate-program/" title="Obeus.com Affiliate Program">Obeus.com Affiliate Program</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/07/make-money-from-your-blog-with-ask2link/" title="Make Money From Your Blog with Ask2Link">Make Money From Your Blog with Ask2Link</a> (20)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/04/12-parameters-whether-the-blog-is-successful-or-not/" title="12 Parameters whether the blog is successful or not">12 Parameters whether the blog is successful or not</a> (5)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/12/23/happy-mothers-day/" title="Happy Mother&#8217;s Day">Happy Mother&#8217;s Day</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/11/29/mencairkan-cek-google-adsense-di-blitar/" title="Mencairkan Cek Google Adsense di Blitar">Mencairkan Cek Google Adsense di Blitar</a> (17)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/06/14/i-pledge-to-get-firefox-3-during-download-day-to-set-the-guinness-world-record-for-most-software-downloaded-in-24-hours/" title="I pledge to get Firefox 3 during Download Day to set the Guinness World Record for Most Software Downloaded in 24 Hours">I pledge to get Firefox 3 during Download Day to set the Guinness World Record for Most Software Downloaded in 24 Hours</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2008/11/29/sistem-devisa-bebas-vs-sistem-devisa-terkendali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencairkan Cek Google Adsense di Blitar</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2008/11/29/mencairkan-cek-google-adsense-di-blitar/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2008/11/29/mencairkan-cek-google-adsense-di-blitar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 02:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[adsense]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[cair]]></category>
		<category><![CDATA[cek]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Setelah terbiasa mencairkan cek Google Adsense di Citibank Surabaya dekat Gramedia (Jl. Basuki Rahmad Surabaya), saya pikir biaya untuk bolak-balik Blitar-Surabaya mahal juga. Kalau naik mobil sendiri untuk bensin bisa habis 300 ribu. Meskipun syaratnya mudah tapi dari sisi biaya mahal juga. Kalau di Citibank syaratnya hanya bayar Rp. 100.000,- di awal, foto copy KTP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-287" title="adsensecrop" src="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2008/11/adsensecrop.jpg" alt="" width="400" height="164" /></p>
<p>Setelah terbiasa mencairkan cek Google Adsense di Citibank Surabaya dekat Gramedia (Jl. Basuki Rahmad Surabaya), saya pikir biaya untuk bolak-balik Blitar-Surabaya mahal juga. Kalau naik mobil sendiri untuk bensin bisa habis 300 ribu. Meskipun syaratnya mudah tapi dari sisi biaya mahal juga. Kalau di Citibank syaratnya hanya bayar Rp. 100.000,- di awal, foto copy KTP dan isi formulir.  Jadi kalau saya naik mobil ke Surabaya, saya harus keluar uang Rp. 400.000,- diawal pencairan cek.</p>
<p>Akhirnya saya punya inisiatif menanyakan ke beberapa bank devisa yang ada di Blitar. Setelah kontak sana-sini akhirnya ada 3 bank yang bersedia menerima cek Google Adsense ini. Berikut adalah nama tiga bank yang telah saya survei dan informasi persyaratan pencairan cek Google Adsense di masing-masing bank :</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<ol>
<li><strong>Pencarian Cek Google Adsense di Bank Mandiri, Jl. Merdeka Blitar </strong>
<ul>
<li>Harus Punya Rekening di Mandiri</li>
<li>Cek Asli GA</li>
<li>Foto copy KTP</li>
<li>Isi Formulir Inkaso</li>
<li>Bayar 1/8 dari nilai cek diawal</li>
<li>Bayar $15 kalau cek berhasil dicairkan</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Pencarian Cek Google Adsense di </strong><strong>Bank Central Asia, Jl. Cempaka Blitar </strong>
<ul>
<li>Harus punya rekening Giro di BCA</li>
<li>Cek Asli</li>
<li>Foto copy KTP</li>
<li>Isi formulir</li>
<li>Bayar $10 diawal</li>
<li>Bayar $15 kalau berhasil dicairkan</li>
<li>Kalau gagal dicairkan harus tetap bayar $15 + $10 sebagai rejection fee</li>
<li>Kesimpulan : Berhasil cair bayar $25, gagal cair bayar $35</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Pencarian Cek Google Adsense di </strong><strong>Bank Rakyat Indonesia, Jl. A. Yani Blitar </strong>
<ul>
<li>Harus punya rekening di BRI, seperti Britama</li>
<li>Foto copy KTP 3 lembar</li>
<li>Foto copy buku tabungan 3 lembar (bagian info rekening saja)</li>
<li>Foto copy cek GA 3 lembar</li>
<li>Cek Asli GA</li>
<li>Materai 6000</li>
<li>Bayar Rp. 50.000,- untuk biaya inkaso</li>
<li>Menurut info Bpk Anton, kalau ada potongan lain setelah cek cair itu dari pihak Citibank.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Baik dari Citibank maupun ketiga bank diatas, sama-sama menyebutkan antara 30 sampai 45 hari proses pencairannya. Yang menarik dari info diatas adalah di BCA, ada rejection fee sebesar $10. Saya tanya ini mengapa ada fee ini, menurut BCA kalau ada cek GA yang dicairkan ditolak oleh Citibank maka pihak bank terbebani biaya penolakan $10. Dan hal ini pernah terjadi di BCA Cabang Malang.  Menurut saya sih, seharusnya di BCA kalau cek ditolak ya cuma bayar $20 ($10 diawal dan $10 rejection fee) bukan $35 karena $15 sebagai fee kalau berhasil dicairkan dan cek tidak bisa dicairkan. Ah&#8230; biarlah, tiap bank punya kebijakan sendiri-sendiri tinggal kita mau pilih yang mana.</p>
<p>Sedangkan dari pihak bank Mandiri menyarankan supaya biayanya tidak terkena banyak, minta saja dikirim melalui Western Union. Yah.. jelas nggak mungkin to&#8230; wong di control panel adsense hanya ada pilihan cek saja sebagai alat pembayaran. Kalau saja seandainya Google bisa dikompromi dalam hal ini.</p>
<p>Saya pilih BRI, dan kemarin pas hari jumat saya sudah mencairkan cek GA ini di BRI, tinggal menunggu hasilnya antara 30-45 hari. Semoga tidak ada masalah <img src='http://www.setyaputra.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Update Terbaru :</strong></p>
<p>Jam 16.30 wib tanggal 12 Januari 2009 dapat telepon dari BRI (Bpk. Anton) menyatakan kalau inkaso cek google melalui citibank sudah cair dan langsung dimasukkan ke dalam rekening Britama saya. Karena ini inkaso antar bank, maka dari Citibank Amerika mengenakan charge untuk masuk ke BRI kira-kira sebesar Rp. 250.000,- (setelah di kurs dari USD ke IDR).</p>
<ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/02/07/good-news-for-indonesian-adsenser/" title="Good News for Indonesian Adsenser, Western Union Quick Cash">Good News for Indonesian Adsenser, Western Union Quick Cash</a> (8)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/11/08/firefox-search-bar-and-google-suggestions/" title="Firefox Search Bar and Google Suggestions">Firefox Search Bar and Google Suggestions</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/07/30/bing-will-go-to-the-next-level-after-microsoft-marries-yahoo/" title="Bing will go to the next level after Microsoft Marries Yahoo">Bing will go to the next level after Microsoft Marries Yahoo</a> (10)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/07/26/jogja-touring-wisata-kuliner/" title="Jogja Touring : Wisata Kuliner">Jogja Touring : Wisata Kuliner</a> (4)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/" title="Situs Bank Jateng dibobol Cracker">Situs Bank Jateng dibobol Cracker</a> (7)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/reaksi-balmon-membawa-berkah-top-tv/" title="Reaksi Balmon membawa berkah TOP TV">Reaksi Balmon membawa berkah TOP TV</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/05/google-urges-ie6-gmail-users-to-switch-to-firefox-chrome/" title="Google urges IE6 Gmail users to switch to Firefox, Chrome">Google urges IE6 Gmail users to switch to Firefox, Chrome</a> (20)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/11/29/sistem-devisa-bebas-vs-sistem-devisa-terkendali/" title="Sistem Devisa Bebas vs Sistem Devisa Terkendali">Sistem Devisa Bebas vs Sistem Devisa Terkendali</a> (6)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/04/10/situs-diblokir-masih-tembus-nih/" title="Situs diblokir masih tembus nih&#8230;.">Situs diblokir masih tembus nih&#8230;.</a> (3)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/03/29/uu-ite-dan-situs-porno/" title="UU ITE dan Blokir Situs Porno">UU ITE dan Blokir Situs Porno</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2008/11/29/mencairkan-cek-google-adsense-di-blitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecewa Layanan Kartu Kredit BCA</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2007/10/04/kecewa-layanan-kartu-kredit-bca/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2007/10/04/kecewa-layanan-kartu-kredit-bca/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 15:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Activities]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[bca]]></category>
		<category><![CDATA[card]]></category>
		<category><![CDATA[credit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/2007/10/04/kecewa-layanan-kartu-kredit-bca/</guid>
		<description><![CDATA[Ya&#8230; sudah 4 bulan ini saya merasa kecewa dengan layanan Kartu Kredit BCA. Saya sebagai nasabah BCA Card sudah hampir 9 tahun dan selama ini belum pernah saya kecewa. Tapi sudah 4 bulan ini saya kecewa. Kekecewaan saya ini sebenarnya tidak berhubungan dengan transaksi kartu kredit saya, hanya mengenai billing statement yang tidak pernah tepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Direct link to file" onclick="return false;" href="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2007/10/creditcardisfuck.gif"><img title="creditcardisfuck.gif" src="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2007/10/creditcardisfuck.thumbnail.gif" alt="creditcardisfuck.gif" hspace="5" vspace="5" width="128" height="128" align="left" /></a>Ya&#8230; sudah 4 bulan ini saya merasa <strong>kecewa dengan layanan Kartu Kredit BCA</strong>.   Saya sebagai nasabah BCA Card  sudah hampir 9 tahun dan selama ini belum pernah saya kecewa.  Tapi sudah 4 bulan ini saya kecewa.   Kekecewaan saya ini sebenarnya tidak berhubungan dengan transaksi kartu kredit saya, hanya mengenai billing statement yang tidak pernah tepat waktu sampai di tangan saya.  Sederhana masalahnya tapi rumit pemecahannya.</p>
<p>Awal mulanya 4 bulan lalu, billing statement kartu kredit BCA saya datang terlambat sekitar akhir bulan.  Untungnya saya biasa akses KlikBCA sehingga bisa tahu berapa billing yang harus saya bayar bulan itu.  Kemudian 3 bulan lalu saya ditelepon pihak BCA Cabang Blitar untuk mengambilkartu perpanjangan BCA Card saya.  Saya datang kesana sekitar akhir bulan juga sekaligus menanyakan kenapa billing saya yang bulan tersebut belum datang.  Eh.. malah disuruh ambil sekalian disitu. Oke.. saya ambil sekalian saja billing statement tersebut.</p>
<p>Nah, untuk yang bulan September (bulan lalu), sampai pertengahan bulan belum juga billing statemen saya datang.  Saya coba kontak BCA Cabang Blitar menanyakan hal ini. Jawabannya malah disuruh datang sendiri ambil. Saya bilang, waktu saya tidak ada kalau harus setiap bulan ambil sendiri.  Saya tanyakan juga kenapa kok saya harus ambil sendiri, dia bilang kalau pagar rumah selalu digembok.  Walah&#8230;&#8230;  Padahal bulan-bulans ebelumnya juga rumah digembok tidak masalah, selalu dimasukkan ke MailBox yang ada dibalik pagar.  Saat saya jelaskan begitu dia bilang kalau &#8220;<strong>Baik pak, nanti saya beritahu bagian ekspedisi kalau pagar digembok supaya dimasukkan ke kotak posnya</strong>&#8220;.  <span id="more-50"></span></p>
<p>Saya sabar menunggu sampai-sampai saya bilang ke istri supaya pagar jangan dikunci dan tunggu dirumah sampai saya pulang kantor.. hanya supaya kalau bagian ekspedisi BCA datang ada orang di rumah.  Eh.. sampai tanggal 20 September juga belum datang.  Sampai saya coba kontak <a href="http://www.klikbca.com/individual/silver/contact.html" target="_blank">Halo BCA melalui email</a> dan jawabannya adalah saya diminta  menghubungi Customer Service Officer Halo BCA melalui layanan 24 jam dengan nomor telepon (021)-52-999-888. Saat saya hubungi jawabannya adalah &#8220;<strong>Maaf pak, kami hanya melayani nasabah wilayah Jabodetabek</strong>&#8220;.  Gedubrak &amp;%&amp;^#^ &#8230; saya jawab &#8220;Oke mbak, bisa nggak saya minta tolong supaya keluhan saya ini diteruskan ke yang berwenang disitu termasuk ke BCA Cabang Blitar?&#8221;.  Jawabannya si mbak teguh juga nih&#8230; &#8220;<strong>Silahkan langsung ke BCA Cabang Blitar saja pak</strong>&#8220;.  Nyerah deh!</p>
<p>Beberapa hari kemudian muncul lagi balasan email yang kedua dari halo bca yang menyatakan &#8220;<strong>Dan dapat kami informasikan, berhubung kartu kredit Bapak adalah area kerja kartu kredit cabang blitar, kami sarankan Bapak dapat mengkonsultasikan ke kantor cabang penerbit kartu kredit BCA di Blitar</strong>.&#8221;  Jawaban ini sama dengan si mbak di telepon Halo BCA.</p>
<p>Back to zero lagi kalau begini.  Karena BCA Cabang Blitar maunya kan saya harus ambil sendiri.  Jadinya males mau kontak kesana lagi.  <strong>Pengiriman Billing Statement adalah tanggung jawab BCA jadi saya tidak memiliki kewajiban untuk selalu setiap bulan ambil sendiri ke kantor BCA</strong>.</p>
<p>Akhirnya&#8230; sampai sekarang tanggal 4 Oktober 2007 saya belum juga terima Billing Statement saya yang bulan September 2007.  Tinggal menunggu saja, apakah billing statement yang bulan Oktober juga akan dikirim bersama yang September atau malah tidak dikirim sama sekali.  Saat ini saya memang sedang berniat untuk mencari alternatif kartu kredit lain untuk mengalihkan BCA Card yang saya punya.  Tapi saya masih menunggu perkembangan bulan ini dulu.</p>
<ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/12/20/akhirnya-kartu-kredit-bca-ditutup/" title="Akhirnya, Kartu Kredit BCA ditutup">Akhirnya, Kartu Kredit BCA ditutup</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/" title="Situs Bank Jateng dibobol Cracker">Situs Bank Jateng dibobol Cracker</a> (7)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/11/29/sistem-devisa-bebas-vs-sistem-devisa-terkendali/" title="Sistem Devisa Bebas vs Sistem Devisa Terkendali">Sistem Devisa Bebas vs Sistem Devisa Terkendali</a> (6)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/11/29/mencairkan-cek-google-adsense-di-blitar/" title="Mencairkan Cek Google Adsense di Blitar">Mencairkan Cek Google Adsense di Blitar</a> (17)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2007/10/04/kecewa-layanan-kartu-kredit-bca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
