05 Mar, 2008
Posted by: Iwan Setya Putra In: Unek-unek
Sudah hampir 2 bulan mungkin saya tidak ke Malang. Karena ada “pertemuan bisnis” dengan perusahaan vendor hardware maka meskipun kegiatan di Blitar masih banyak, saya tinggal juga ke Malang. Jumat (29/2/08) saya berangkat agak sore. Untuk menyingkat waktu saya lewat “jalur desa” (kanigoro-selopuro). Dan seperti biasanya pula kalau laju ke Malang-Blitar, saya lewat bendungan Lahor karena selain jalannya yang lumayan lurus tidak berbelok-belok seperti kalau lewat jalur bis, juga bisa santai nyetir mobilnya. Seperti biasa pula saya bayar retribusi masuk Kawasan Wisata Lahor sebesar Rp. 1000,-. Meskipun agak aneh juga retribusi ini, karena Wisata Lahor tidak berada di Kabupaten Blitar tapi ada di Kabupaten Malang dan dikelola oleh Jasa Tirta.
Tak apalah, sudah banyak yang protes mengenai retribusi ini tapi yah.. karena didukung Perda Kab. Blitar No. 9 Tahun 2005 maka retribusi ini jalan terus dan saya serta pemakai jalan ini ya jalan terus bayarnya
Nah setelah acara selesai, hari Minggunya saya pulang ke Blitar. Jalur yang digunakan tetap jalur biasanya, yaitu melalui bendungan Lahor. Hanya ada yang berbeda saat saya melewati bendungan Lahor. Karcis Retribusi ditarik benar-benar di kawasan wisata Lahor dan ditarik oleh pihak Jasa Tirta. Bunyi karcisnya : Karcis Lewat Puncak Bendungan Lahor berdasarkan UU No. 7 Tahun 2004, PP No. 83 Tahun 1988 dan SK. Menkimpraswil No. 342 Tahun 2002. Harga tetap sama yaitu Rp. 1.000,- . Dalam pikiran saya, wah ini bagi-bagi kue nih… yang dari Blitar ditarik Kab. Blitar, yang dari Malang ditarik Jasa Tirta.
Read the rest of this entry »
Popularity: 7%
16 Feb, 2008
Posted by: Iwan Setya Putra In: Kampusiana
Menurut RUU BHP, “BHP adalah badan hukum bagi penyelenggaraan dan/atau satuan pendidikan formal, yang berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik, berprinsip nirlaba, dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan”. Akhir-akhir ini kalau kita melihat berita di TV hampir selalu ada berita mengenai demo mahasiswa menolak RUU BHP dan menolak komersialisasi pendidikan. Dengan adanya BHP maka pendidikan akan semakin mahal. Secara kasat mata memang kita pasti manggut-manggut dan setuju pada aksi demo ini. Tetapi sebagai insan berakal dan berbudaya, kita diberi oleh Tuhan kemampuan berpikir dan kemampuan ini harus dilakukan dengan jernih.
Bukan maksud saya untuk menolak demo itu, hanya esensinya yang harus dicermati, yaitu harus cermat dulu akan 2 hal :
- Siapa yang melakukan komersialisasi pendidikan ?
- Dan siapa saja penyelenggara pendidikan (terutama formal) itu?
Yang melakukan komersialisasi pendidikan adalah penyelenggara pendidikan yang mementingkan keuntungan semata dalam menjalankannya serta tidak menggunakan keuntungan tersebut untuk kepentingan kemajuan pendidikan yang dilaksanakannya, misalnya untuk membangun fasilitas atau meningkatkan SDM.
Read the rest of this entry »
Popularity: 7%
Penolakan Yahoo! terhadap proposal akuisisi Microsoft ternyata tidak membuat Steve A. Ballmer, CEO Microsoft, untuk mundur. Ballmer bahkan menyatakan pihaknya akan terus berupaya “menyadarkan” pemegang saham dari perusahaan yang didirikan Jerry Yang itu bahwa penawaran dari Microsoft merupakan penawaran paling realistis dan sesuai dengan nilai Yahoo! saat ini. Dalam Press Release - nya, Microsoft sangat menyayangkan atas penolakan ini.
“It is unfortunate that Yahoo! has not embraced our full and fair proposal to combine our companies,” the statement begins. “Based on conversations with stakeholders of both companies, we are confident that moving forward promptly to consummate a transaction is in the best interests of all parties.”
Menurut analisa pasar, Ballmer kemungkinan akan menaikkan tawarannya. Tetapi ada analisa yang agak ekstrim juga bahwa kemungkinan malah Ballmer akan menurunkan tawarannya untuk memberikan “pelajaran”. Bayangkan, saat Microsoft melakukan penawaran ke Yahoo! dengan nilai yang fantastis sebesar $44,6 milyar - padahal menurut perhitungan nilai Yahoo! saat ini masih berkisar antara $33-$36 milyar, saham Yahoo! naik 17%. Bagaimana terjadinya jika Microsoft merangsang pasar saham dengan memberikan penawaran yang lebih rendah ?
Saat ini, pasar search engine dan iklan di internet dipegang oleh Google (60% pangsa pasar), sedangkan Yahoo! diperkirakan hanya memegang dibawah 30% pangsa pasar. Dengan akuisisi ini, Microsoft sebenarnya memberikan jalan bagi Yahoo! untuk menaikkan pangsa pasarnya sampai 30% keatas. Tetapi dengan kondisi banyaknya “musuh” Microsoft, sepertinya banyak yang memprediksikan Yahoo! akan semakin hancur karena banyak pengguna iklan dan search engine adalah kalangan personal dan institusi yang tidak menyenangi sepak terjang Microsoft.
Read the rest of this entry »
Popularity: 8%
Beberapa saat setelah saya posting mengenai Microsoft+Yahoo agains Google, ada pembaca dari India yang mengajak “ngobrol” lewat Yahoo Messenger untuk memberikan kabar. Intinya, bahwa sudah ada kabar terbaru dari Yahoo bahwa mereka menolak tawaran Microsoft. Penolakan ini bukan merupakan ofensif tapi lebih pada defensif karena alasan Yahoo adalah penawaran Microsoft sebesar $44 milyar tersebut masih dibawah nilai Yahoo sesungguhnya secara keseluruhan bisnisnya. Dengan kata lain, bisa diambil asumsi bahwa kalau-kalau Steven A Ballmer menaikkan tawarannya, masih ada kemungkinan diterima.
Penolakan ini sebenarnya sudah dilayangkan per 1 Februari lalu tetapi baru diumumkan saat ini. Berikut petikan pengumumannya :
“The Yahoo board has carefully reviewed Microsoft’s unsolicited proposal with Yahoo’s management team and financial and legal advisors and has unanimously concluded that the proposal is not in the best interests of Yahoo and our stockholders”.
Spekulasi beredar bahwa Yahoo kemungkinan akan menjual bisnis iklannya ke Google atau ingin dipinang oleh AOL. Yang pasti untuk menunjukkan bahwa Yahoo masih memiliki “taring” dalam bisnis internet, setelah menolak pinangan Microsoft 1 Februari lalu, langsung menyodok dengan membeli Maven Network yang bergerak dalam bisnis Viode Online dimana klien-kliennya adalah Fox News, Sony BMG, CBS Sports, Hearst, Gannett, Scripps Networks, dan the Financial Times. Pembelian ini berharga $160 juta.
Popularity: 7%
Beberapa hari terakhir merupakan berita paling mengejutkan di kalangan pengguna internet serta pemerhati TI. Microsoft mengajukan proposal (yang disebut oleh pihak Yahoo sebagai a friendly takeover) untuk membeli Yahoo dan melakukan merger. Kabarnya, microsoft menawarkan $44,6 milyar agar merger ini berhasil. Karuan saja kabar ini menggemparkan pasar saham sehingga saat itu juga saham Yahoo (YHOO) naik 17% sedangkan saham microsoft turun 1,5%. Saham microsoft turun dikarenakan adanya kabar bahwa untuk membeli Yahoo, sebagian biaya merger didapat microsoft dengan cara hutang dulu.
Setelah usahanya mendekati Google gagal beberapa tahun lalu, memang saat yang tepat bila Microsoft mulai mendekati Yahoo. Karena dibandingkan dengan kemampuan Yahoo dan Google, maka Google menang hampir di semua lini bisnis search engine. Apalagi bisnis Yahoo dan Google memiliki banyak kesamaan. Maka bila ingin memenangkan perang bisnis search engine dan turunannya, mau tidak mau Yahoo harus segera membenahi model bisnisnya, dan ini butuh dana segar. Di saat inilah Microsoft muncul.
Bagi yang skeptis terhadap masa depan Yahoo kedepan karena adanya bisnis yang sama di Microsoft seperti milik Yahoo, yaitu MSN, akan mematikan Yahoo secara perlahan. Oleh karena itu jika Yahoo menerima pinangan Microsoft, kemungkinan besar akan ada draft pemisahan bisnis Yahoo-MSN dalam dua perusahaan berbeda. Kalau tidak maka Yahoo yang mati, atau MSN yang mati atau bahkan dua-duanya bisa tidak laku.
Read the rest of this entry »
Popularity: 9%