Posted By:
Iwan Setya Putra on Apr 10, 2008
Visited 485 views | Popularity: 14% |
2 Comments |
View blog reactions
Banyak yang bingung dan protes karena website youtube, rapidshare, dll diblokir. Saat ramai pemblokiran 2 hari lalu saya terus terang belum tahu karena koneksi saya selalu pakai OpenDNS.org jadinya kehebohan baru saya sadari saat tiba-tiba ada pesan dari beberapa teman lewat YM yang mengajak ikutan petisi online. Saya coba matikan DNS proxy saya dan barulah website rapidshare kesayangan saya tidak bisa diakses.
Saya coba kemudian pakai open proxy, ternyata juga bisa menembus pemblokiran ini. Wah.. saya jadi “lumayan senang” juga karena sebelumnya salah satu teman, menyebutkan, menurut salah seorang pakar bahwa untuk menembus pemblokiran ini ya harus pakai koneksi satelit. Wuiikks……
Ini hanya sebagai report saja, ternyata pemblokiran ini akan sia-sia kalau pengguna menggunakan open proxy atau dns proxy seperti opendns.org. Report bagi siapa to…. ya bagi yang mau memblokir supaya bisa menambal blokirannya
Ah… kalau ada yang mengganggap ini juga sebagai report bagi yang mau cari jalan menembus pemblokiran… ya silahkan saja. Pokoknya ini report… gitu aja kok repot.
Popularity: 14%
Posted By:
Iwan Setya Putra on Mar 29, 2008
Visited 880 views | Popularity: 14% |
1 Comment |
View blog reactions
Akhir-akhir ini dunia internet di Indonesia sedang heboh karena akan adanya UU ITE. Masalah pemblokiran situs porno merupakan sebagian kecil dari isi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Bayangkan saja, bagaimana susahnya melakukan pemblokiran kalau nama selalu ganti, IP selalu ganti, bahkan jika menggunakan metode stealth (samaran) seperti itu. Saya dengar katanya Depkominfo akan membagikan software gratis untuk komputer rumah/kantor agar dapat melakukan pemblokiran situs porno.
Saya jadi mikir, ini namanya akan menambah beban kerja juga. Di kantor-kantor, kerjaan admin setiap hari bisa melototin alamat situs porno untuk menambah daftar filter dan ini bisa mengurangi produktivitas kerja. Bisa jadi, software tersebut hanya akan jadi pajangan saja di meja atau bahkan diumpetin ke laci meja
Memang bukan pekerjaan mudah melakukan pemblokiran situs porno. Mengapa ? Ada beberapa faktor yaitu :
- Situs porno tidak selalu memakai nama domain, seringkali hanya alamat IP saja
- Bisnis situs porno memang menggiurkan, oleh karena itu pebisnis situs porno selalu memiliki sekian puluh bahkan ratusan nama domain tetapi isinya sama.
- Tidak semua situs porno menggunakan nama website atau nama domainnya menggunakan konotasi porno. Bahkan seringkali menggunakan kata yang lazim dipakai anak-anak seperti kids toy atau mainan anak-anak, dll.
- Pemblokiran kadang bisa dilewati dengan cara memakai proxy atau menggunakan media search engine.
Ada solusi yang mungkin bisa membantu dalam pemblokiran situs porno tanpa harus mengurangi produktivitas dan kenyamanan berinternet. Saya sudah mempraktekkan pemblokiran situs porno menggunakan jasa OpenDNS.org yang menyediakan jasa filter koneksi internet secara gratis. OpenDNS.org bekerjasama dengan beberapa organisasi anti porno dan phising menyediakan daftar website yang masuk kategori porno. Jadi kita tidak perlu repot-repot untuk menambahkan sendiri daftar situs porno. Cara ini cukup efektif saya gunakan di kampus sehingga mahasiswa sudah tidak bisa lagi ngintip situs porno di kampus. Dan administrator server kampus juga tidak lagi bekerja keras mengurusi filter ini.
selengkapnya di "UU ITE dan Blokir Situs Porno"
Popularity: 14%
Posted By:
Iwan Setya Putra on Mar 8, 2008
Visited 412 views | Popularity: 15% |
1 Comment |
View blog reactions
Beberapa hari lalu ada sms dari klien yang kebingungan bagaimana melakukan upgrade kernel pada OS Linux (Centos) yang dipakai di kantornya. Memang sebelumnya, semua komputer kantornya menggunakan Windows 98 dan akhirnya beralih ke Centos setelah “ngobrol” dengan saya mengenai OS gratisan yang handal. Namanya juga masih baru mencoba, maka saat dia baca di internet bahwa kernel yang diinstall di Centos kantornya termasuk yang memiliki security leak maka otomatis dia ingin melakukan upgrade pada Centos di kantornya. Banyak referensi di internet tapi dia tidak yakin bahwa proses upgrade ini akan mulus. Oleh karena itulah saya membuat tulisan ini sebagai acuan pada Bapak J (maaf, dia tidak ingin namanya ditulis jadi inisialnya saja) untuk diimplementasikan.
Berikut adalah langkah-langkah yang biasa saya lakukan saat melakukan upgrade kernel :
- Cek versi kernel anda untuk memastikan dengan menggunakan perintah di bash : uname -a
- Cari di http://www.kernel.org kernel terbaru diatas kernel anda. Biasakan gunakan yang versi stable.
- Arahkan ke folder tempat download kernel (misalnya di /usr/local/src) kemudian download kernel tersebut dengan menggunakan perintah wget, contoh : wget http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.24.tar.gz
- Ekstrak file kernel dengan perintah tar, contoh : tar -zxvf linux-2.6.24.tar.gz kemudian masuklah ke folder kernel (misalnya : cd linux-2.6.24)
- Lakukan perintah berikut secara berurutan : make clean kemudian setelah selesai ketik perintah make mrproper kemudian perintah selanjutnya make menuconfig
- Pilih modul-modul yang dibutuhkan serta pastikan bahwa kernel ini support multi cpu (anda bisa cek di processor type dan akan menunjukkan support untuk 2 kernel)
- Simpan konfigurasi yang anda pilih dan keluar (exit)
- Jalankan make modules kemudian make modules_install dan kemudian perintah make baru setelah itu perintah make install.
- Buka bootloader dan ubahlah dari default kernel ke kernel yang baru anda install. Jika menggunakan grub, silahkan edit /etc/grub.conf tapi kalau menggunakan lilo maka edit konfigurasi pada lilo.conf dan lakukan /sbin/lilo setelah itu.
- Selangkah lagi, silahkan reboot komputer anda dan komputer anda sudah menggunakan kernel baru.
Selamat mencoba ! O iya, seperti biasa, jika manual diatas anda gunakan, maka segala akibat jika terjadi kesalahan atau malfunction pada komputer anda adalah tanggung jawab anda sendiri.
Popularity: 15%
Posted By:
Iwan Setya Putra on Mar 7, 2008
Visited 645 views | Popularity: 11% |
1 Comment |
View blog reactions
Beberapa minggu ini semua media televisi maupun cetak, bahkan radio sekalipun selalu membahas mengenai polemik susu formula berbakteri yang menurut penelitian dari IPB mengandung bakteri Enterobacter Sakazakii. Penelitian IPB yang menurut berita dilakukan pada medio 2003 ini menunjukkan susu formula yang diteliti sebagai sampel positif mengandung bakteri yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit pada bayi. Saat heboh ini ternyata disusul kehebohan lain… Menkes menuding bahwa penelitian ini didanai pihak luar (Kompas 5 Maret 2008). Apapun polemiknya, WHO sendiri sebenarnya sudah membuat acuan bagi produsen susu. Dalam acuan itu disebutkan bahwa susu formula tidak perlu steril karena biaya produksi untuk sterilisasi ini akan sangat mahal dan vitamin yang difortifikasi juga akan rusak.
Mengenai bakteri sakazakii ini sendiri menurut peneliti IPB pun bisa dimatikan dengan pemanasan / air panas diatas 70 derajat celcius. Jadi asalkan saat memberikan susu formula ke bayi benar-benar higienis dan menggunakan suhu yang tepat maka bakteri ini akan mati.
Tetapi bukan bakterinya yang menarik saya, tetapi fenomena seorang Siti Fadilah Supari yang menarik saya untuk mengulas lebih jauh. Menurut saya dari beberapa berita dan komentar-komentar yang beliau sampaikan, pribadinya sangat tenang meskipun terkadang meledak-ledak saat disinggung mengenai keberhasilan atau kekurangan dari departemen yang dipimpinnya. Mulai dari saat dicalonkan jadi Menkes oleh SBY sudah digoyang isu Doktor palsu karena Disertasinya diduga hasil jiplakan. Tetapi ini sampai sekarang tidak terbukti. Kemudian saya juga pernah melihat saat ditayangkan di SCTV, beliau ditegur langsung oleh SBY karena asik ngobrol saat SBY pidato.
Gebrakan yang paling dirasakan oleh Askes adalah ditariknya program askeskin dari Askes dan diubah menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat tanpa melibatkan Askes. Gebrakan ini sungguh baik karena bertujuan memotong alur birokrasi lebih panjang sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa segera ditangani kesehatannya. Kita tunggu saja bagaimana implementasinya, apakah memang lebih cepat dibanding saat ditangani Askes atau malah lebih molor.
selengkapnya di "Siti Fadilah Supari : Flu Burung dan Susu Formula"
Popularity: 11%
Posted By:
Iwan Setya Putra on Mar 5, 2008
Visited 351 views | Popularity: 9% |
0 Comments |
View blog reactions
Sudah hampir 2 bulan mungkin saya tidak ke Malang. Karena ada “pertemuan bisnis” dengan perusahaan vendor hardware maka meskipun kegiatan di Blitar masih banyak, saya tinggal juga ke Malang. Jumat (29/2/08) saya berangkat agak sore. Untuk menyingkat waktu saya lewat “jalur desa” (kanigoro-selopuro). Dan seperti biasanya pula kalau laju ke Malang-Blitar, saya lewat bendungan Lahor karena selain jalannya yang lumayan lurus tidak berbelok-belok seperti kalau lewat jalur bis, juga bisa santai nyetir mobilnya. Seperti biasa pula saya bayar retribusi masuk Kawasan Wisata Lahor sebesar Rp. 1000,-. Meskipun agak aneh juga retribusi ini, karena Wisata Lahor tidak berada di Kabupaten Blitar tapi ada di Kabupaten Malang dan dikelola oleh Jasa Tirta.
Tak apalah, sudah banyak yang protes mengenai retribusi ini tapi yah.. karena didukung Perda Kab. Blitar No. 9 Tahun 2005 maka retribusi ini jalan terus dan saya serta pemakai jalan ini ya jalan terus bayarnya
Nah setelah acara selesai, hari Minggunya saya pulang ke Blitar. Jalur yang digunakan tetap jalur biasanya, yaitu melalui bendungan Lahor. Hanya ada yang berbeda saat saya melewati bendungan Lahor. Karcis Retribusi ditarik benar-benar di kawasan wisata Lahor dan ditarik oleh pihak Jasa Tirta. Bunyi karcisnya : Karcis Lewat Puncak Bendungan Lahor berdasarkan UU No. 7 Tahun 2004, PP No. 83 Tahun 1988 dan SK. Menkimpraswil No. 342 Tahun 2002. Harga tetap sama yaitu Rp. 1.000,- . Dalam pikiran saya, wah ini bagi-bagi kue nih… yang dari Blitar ditarik Kab. Blitar, yang dari Malang ditarik Jasa Tirta.
selengkapnya di "Guyonan Retribusi Lahor"
Popularity: 9%
Posted By:
Iwan Setya Putra on Feb 16, 2008
Visited 519 views | Popularity: 7% |
4 Comments |
View blog reactions
Menurut RUU BHP, “BHP adalah badan hukum bagi penyelenggaraan dan/atau satuan pendidikan formal, yang berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik, berprinsip nirlaba, dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan”. Akhir-akhir ini kalau kita melihat berita di TV hampir selalu ada berita mengenai demo mahasiswa menolak RUU BHP dan menolak komersialisasi pendidikan. Dengan adanya BHP maka pendidikan akan semakin mahal. Secara kasat mata memang kita pasti manggut-manggut dan setuju pada aksi demo ini. Tetapi sebagai insan berakal dan berbudaya, kita diberi oleh Tuhan kemampuan berpikir dan kemampuan ini harus dilakukan dengan jernih.
Bukan maksud saya untuk menolak demo itu, hanya esensinya yang harus dicermati, yaitu harus cermat dulu akan 2 hal :
- Siapa yang melakukan komersialisasi pendidikan ?
- Dan siapa saja penyelenggara pendidikan (terutama formal) itu?
Yang melakukan komersialisasi pendidikan adalah penyelenggara pendidikan yang mementingkan keuntungan semata dalam menjalankannya serta tidak menggunakan keuntungan tersebut untuk kepentingan kemajuan pendidikan yang dilaksanakannya, misalnya untuk membangun fasilitas atau meningkatkan SDM.
selengkapnya di "Isu BHP dan Komersialisasi Pendidikan"
Popularity: 7%