<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogger Indonesia SetyaPutra.Org &#187; Nationalism</title>
	<atom:link href="http://www.setyaputra.org/category/nationalism/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setyaputra.org</link>
	<description>Stories and articles about Application, Blogosphere, Internet World, and Online Business</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Sep 2010 11:27:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>DONT VISIT INDONESIAL 2008</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2008/10/17/dont-visit-indonesial-2008/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2008/10/17/dont-visit-indonesial-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 01:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nationalism]]></category>
		<category><![CDATA[indonesial]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[singapore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Saat sore yang panas kemarin sedang santai, seorang Irwanto kontak saya dengan suara yang agak geram. Ya.. geram karena dia menemukan website di blogspot yang menjelek-jelekkan rakyat Indonesia. Judulnya adalah Dont Visit Indonesial 2008. Sebagai orang Indonesia, sangat wajar bila Irwanto atau saya sendiri saat membaca tulisan demi tulisan yang ada di blog tersebut membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat sore yang panas kemarin sedang santai, seorang Irwanto kontak saya dengan suara yang agak geram. Ya.. geram karena dia menemukan website di blogspot yang menjelek-jelekkan rakyat Indonesia. Judulnya adalah <a href="http://xxx.dontvisitindon2008.blogspot.com/" target="_blank">Dont Visit Indonesial 2008</a>. Sebagai orang Indonesia, sangat wajar bila Irwanto atau saya sendiri saat membaca tulisan demi tulisan yang ada di blog tersebut membuat kepala panas dan emosi. Tetapi semakin lama saya cermati, sepertinya tidaklah efektif emosi tersebut bila tidak kita lakukan penjelasan dengan baik pula di internet. Karena, sepertinya si pembuat blog tersebut sebenarnya &#8220;<em><strong>anak kecil</strong></em>&#8221; yang tidak tahu menahu mengenai orang Indonesia secara keseluruhan dan seperti kebanyakan anak kecil, dia hanya di &#8220;<em><strong>cekoki</strong></em>&#8221; oleh informasi yang menyesatkan.</p>
<p>Ada 7 pernyataan utama dia mengenai orang Indonesia yang perlu saya atau kita semua luruskan. Di blog dia sih sebenarnya sudah banyak yang menjelaskan mulai dari penjelasan dengan amarah atau dengan ilmiah. Yang saya takutkan, karena dia adalah &#8220;<strong><em>anak kecil</em></strong>&#8221; yang daya pikirnya mungkin masih anak kecil, maka pendekatan kita juga harus melalui pendekatan kasih sayang pada anak kecil (kata Kak Seto begitu). Oleh karena itu dibawah ini saya mencoba menjelaskan pada adik ini mengenai kegelisahannya selama ini tentang orang Indonesia.<span id="more-242"></span></p>
<blockquote><p>&#8220;Bangsa Indonesia sering datang ke Singapura secara <span style="font-weight: bold;">Haram&#8221;</span></p></blockquote>
<p>Mungkin betul dik, tetapi sebenarnya kalau negara adik tidak memberikan ruang bagi pendatang haram tidaklah mungkin dik kalau orang Indonesia akan datang secara haram ke Singapura. Apalagi mungkin bapak atau ibu adik juga memperkejakan orang Indonesia yang juga datang secara haram. Betul kah dik ? Nah&#8230; ini seperti hukum ekonomi dik, kalau ada permintaan terlalu banyak maka akan datanglah pekerja Indonesia mulai dari yang resmi sampai yang haram.  Jadi, jangan malas ya dik, kalau mau ngepel, masak atau ingin bikin susu, kerjakan sendiri. Kan tidak baik jadi bangsa pemalas <img src='http://www.setyaputra.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dengan begitu pekerja Indonesia yang haram tidak ada karena permintaan tidak banyak.</p>
<blockquote><p>&#8220;Amah 2 Indonesia berkelakukan <span style="font-weight: bold;">buruk&#8221;</span></p></blockquote>
<p>Begini dik, baik buruk orang itu tergantung dari lingkungan juga selain dari didikan orang tua. Mungkin ada orang-orang Indonesia yang berkelakukan buruk, tetapi jumlah penduduk Indonesia itu lebih dari 170 juta dik. Yang buruk mungkin hanya dibawah 1 juta. Mungkin di Singapore (yang katanya negara adik itu) penduduknya kan lebih sedikit dari Kota Jakarta, jadi yang terlihat berkelakukan buruk juga sedikit sehingga mungkin tidak adik lihat. Padahal banyak sumber daya milik bangsa Indonesia diambil orang Singapore, ya untuk pertumbuhan badan adik sekarang ini. Jadi dimana-mana, kelakukan buruk itu adalah manusiawi. Yang tidak boleh adalah melakukan generalisasi bahwa semua orang berkelakukan buruk. Adik memburuk-burukan Indonesia ini juga kelakuan buruk. Mungkin ini ajaran dari bapak-ibu adik sebagai lingkungan terdekat adik ? Apakah begitu orang Indonesia bisa bilang <em><strong>bangsa Singapore berkelakukan buruk</strong></em> gara-gara adik ?</p>
<blockquote><p>&#8220;Negara Indon kami samakan dengan negara &#8216;<span style="font-size: 130%;">TERRORIST&#8217;</span> kerana negara ini banyak pembunuhan yang berlaku secara kejam&#8221;</p></blockquote>
<p>Maaf dik, ini juga terlalu berasumsi. Adik sepertinya tidak mengerti benar apa itu definisi teroris. Adik hanya &#8220;pengikut&#8221; saja informasi yang salah. Memang benar di Indonesia ditangkapi beberapa orang yang dijatuhi dakwaan sebagai teroris. Tapi sekali lagi, penduduk Indonesia adalah lebih 170 juta. Yang dianggap teroris (kalau benar) hanya beberapa orang saja.  Kondisi ini sama dengan negara adik (yang adik katakan berasal dari Singapore), Singapore punya teroris berinisial K. Bahkan bisa lolos dari Penjara SMS (Super Maximum Security) di negara adik.  Dengan begitu apakah kami orang Indonesia bisa menyebut bahwa Negara <strong>Singapore </strong>adalah negara <strong>TERRORIST </strong>karena memiliki si K ini ? Atau negara di Timur Tengah semuanya negara teroris ?</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami juga selaku bangsa melayu, tidak tahan dengan penghinaan bangsa lain yang <span style="font-weight: bold;">menyamakan</span> kami berketrunuan Indon!&#8221;</p></blockquote>
<p>Ah, lagi-lagi adik banyak berasumsi. Apakah adik sering bepergian ke luar negeri ? Menurut pengalaman teman-teman kakak dan kakak sendiri, kalau orang Indonesia ke luar negeri malah sering dianggap orang Philipine atau orang Melayu dan Malaysia.  Dan rata-rata bahkan sangat akrab dengan bangsa kami saat kami bilang dari Indonesia. Katanya.. &#8220;hmmm big country and nice people there&#8221;</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami tidak suka dengan kerajaan Indonesia yang <span style="font-size: 130%;"><span style="font-weight: bold;">tidak pandai</span></span> berbhasa Ingeris&#8221;</p></blockquote>
<p>Oke, memang dengan penduduk diatas 170 juta orang tidaklah mudah mendidik mereka bisa berbahasa Inggris.  Apalagi kami memiliki bahasa nasional sebagai identitas kami yaitu bahasa indonesia. Tetapi tidak bisa adik menghakimi kami bahwa kami tidak mahir berbahasa Inggris.  Apakah karena bahasa, adik juga tidak akan suka negara-negara lain yang penduduknya tidak pandai bahasa Inggris ? Ingat, bahasa bagi suatu negara adalah juga sebagai identitas dan kebanggaan. Kebanggan kami adalah meskipun dijajah bertahun tahun tapi kami memiliki identitas yang bisa dibanggakan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami <span style="font-weight: bold;">tidak suka </span>Media Indonesia yang sering memburuk2kan negara Asean lain&#8221;</p></blockquote>
<p>Memburukkan seperti apa dik ? Media Indonesia memiliki kebebasan pers yang dijamin Undang-Undang untuk memberitakan hal yang benar.  Media Indonesia bahkan lebih banyak memberitakan kebenaran di negeri sendiri daripada di negeri orang. Ah, sepertinya adik mendapatkan dongeng sebelum tidur dari orang yang tidak bisa membaca dengan bahasa Indonesia ya &#8230;.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami lebih menyokong Malaysia daripada Indonesia kerana, Malaysia <span style="font-weight: bold;">lebih maju </span>dan lebih <span style="font-weight: bold;">terbuka</span> dari Indonesia.&#8221;</p></blockquote>
<p>Silahkan kalau adik memiliki asumsi demikian. Mungkin Malaysia lebih maju. Tapi perlu diingat kembali, luas negara Indonesia berlipat-lipat kali dengan luas Malaysia serta penduduknya berlipat-lipat kali jumlah penduduk Malaysia. Kalau Indonesia hanya sebesar Jakarta, mungkin Indonesia menjadi negara paling maju di ASEAN dik. Jadi adik perlu banyak belajar matematika dan logika. Dengan begitu penilaian adik bisa lebih berimbang.  Dan perlu diingat, jasa orang Indoensia dalam membangun Malaysia juga sangat besar. Kalau tidak ada orang Indonesia, siapa yang akan membangun disana ? Mengenai keterbukaan, di Indonesia malah lebih terbuka dari Malaysia. Kalau ada yang tidak suka dengan pemerintah, disini bebas berpendapat tanpa takut ditangkap.</p>
<p>Jadi itulah dik, adik perlu merenung dan belajar lagi lebih giat supaya logika adik bisa berjalan dengan normal. Adik bilang bukan orang Malaysia tetapi orang Singapore. Adik lebih membanggakan Malaysia daripada Singapore. Bagi kami orang Indonesia, kami bangga menjadi orang Indonesia apapun bentuk dan ragamnya.</p>
<p>Kalau adik lebih membanggakan Malaysia, awas lo dik, nanti adik kena karma disalahkan orang Singapore karena lebih bangga menjadi Malaysia daripada Singapore. Pertanyaan kakak untuk adik, banggakah adik dengan Singapore ? Lebih bangga mana dengan menjadi orang Malaysia ?</p>
<p>Ah.. sudahlah dik, silahkan tidur lagi. Hari masih malam. Besok adik bangun kesiangan dan tidak bisa membantu mama karena bangun kesiangan. Si Bibi yang orang Indon sedang mudik lebaran dan tidak mau lagi kembali ke rumah adik karena Bibi lebih bangga menjadi orang Indonesia.</p>
<h3  class="related_post_title">Random Posts</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/02/12/hot-news-microsoft-offer-turn-down-by-yahoo/" title="Hot News : Microsoft offer turn down by Yahoo!">Hot News : Microsoft offer turn down by Yahoo!</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/08/31/marhaban-yaa-ramadhan-1429h/" title="Marhaban Yaa Ramadhan 1429H">Marhaban Yaa Ramadhan 1429H</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/03/09/can-i-accept-credit-cards-in-real-time-through-my-web-site/" title="Can I accept credit cards in &#8220;real-time&#8221; through my web site?">Can I accept credit cards in &#8220;real-time&#8221; through my web site?</a> (17)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/10/03/sweeping-windows-bajakan/" title="Sweeping Windows bajakan">Sweeping Windows bajakan</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/08/11/telkomspeedy-sudah-tidak-bermasalah/" title="TelkomSpeedy sudah tidak bermasalah!">TelkomSpeedy sudah tidak bermasalah!</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/12/21/perlunya-sertifikasi-bagi-panitia-penerimaan-cpns/" title="Perlunya sertifikasi bagi panitia penerimaan CPNS">Perlunya sertifikasi bagi panitia penerimaan CPNS</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/02/14/microsoft-masih-ingin-mengakuisisi-yahoo/" title="Microsoft masih ingin mengakuisisi Yahoo!">Microsoft masih ingin mengakuisisi Yahoo!</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/03/29/uu-ite-dan-situs-porno/" title="UU ITE dan Blokir Situs Porno">UU ITE dan Blokir Situs Porno</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/13/http-referrer/" title="HTTP Referrer">HTTP Referrer</a> (5)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/08/09/telkomspeedy-sedang-bermasalah/" title="TelkomSpeedy sedang bermasalah ?">TelkomSpeedy sedang bermasalah ?</a> (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2008/10/17/dont-visit-indonesial-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Respect my Country !!</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2007/08/30/respect-my-country/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2007/08/30/respect-my-country/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 00:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nationalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/2007/08/30/respect-my-country/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya bingung juga mau nulis kegundahan hati ini mengenai kenapa selalu negara kita lemah di mata dunia, bahkan di mata negara-negara ASEAN sendiri kita terlihat lemah. Padahal dulu, Indonesia merupakan negara yang disegani oleh negara lain. Bahkan Australia saja sampai takut kalau-kalau Indonesia akan menyerang mereka (sekitar tahun 1990 an). Sekarang, bahkan negara serumpun kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="file-link image"><img title="aa040023.jpg" src="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2007/08/aa040023.thumbnail.jpg" alt="aa040023.jpg" hspace="10" vspace="0" align="left" /></span><span class="file-link image">Sebenarnya bingung juga mau nulis kegundahan hati ini mengenai kenapa selalu negara kita lemah di mata dunia, bahkan di mata negara-negara ASEAN sendiri kita terlihat lemah.  Padahal dulu, Indonesia merupakan negara yang disegani oleh negara lain.  Bahkan Australia saja sampai takut kalau-kalau Indonesia akan menyerang mereka (sekitar tahun 1990 an).</span></p>
<p>Sekarang, bahkan negara serumpun kita sendiri sepertinya juga mulai memandang rendah kita, mungkin juga karena banyak TKI yang ke Malaysia atau Singapore sehingga menganggap bangsa kita adalah bangsa &#8220;<strong>budak</strong>&#8220;. Banyak kasus yang melibatkan WNI di negara tetangga kita yang selalu menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang salah.  Contoh paling baru adalah pemukulan wasit Indonesia yang sedang bertugas membawa nama bangsa dan negara dipukuli dan dikeroyok oleh Polisi di Malaysia.  Belum lagi kasus cukong Malaysia yang &#8220;mencuri&#8221; kayu Indonesia serta pencurian wilayah perbatasan Indonesia.   <span id="more-37"></span></p>
<p>Kita sudah terlalu lama menjadi bangsa yang &#8220;tepo-seliro&#8221; dan terlalu menghormati negara lain tanpa mendapatkan imbangan kehormatan yang sama dari negara lain, dan kita tetap saja menghormati mereka.  Apakah ini patron dari kultur orang jawa yang selalu &#8220;andap-asor&#8221; dan &#8220;tepo-seliro&#8221; ? Mungkinkan perlu pemimpin yang bukan dari latar belakang jawa ? Dua pertanyaan tersebut muncul dalam benak saya&#8230; yang juga menambah gundah hati ini karena saya sendiri orang jawa. Saya tidak ingin terkotak-kotak oleh pikiran etnis yang bisa membelenggu jiwa ini.  <strong>Oleh karena itu saya hanya bisa berharap, bukan karena dua masalah itu kita seperti ini.</strong><br />
Hanya satu yang saya minta sebagai salah satu anak bangsa Indonesia, <strong>respect my country and i will respect yours !!</strong></p>
<h3  class="related_post_title">Random Posts</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/05/06/festival-malang-kembali-2007/" title="Festival Malang Kembali 2007">Festival Malang Kembali 2007</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/08/10/indonesia-raya-dulu-dan-kini/" title="Indonesia Raya &#8211; Dulu dan Kini">Indonesia Raya &#8211; Dulu dan Kini</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/04/10/situs-diblokir-masih-tembus-nih/" title="Situs diblokir masih tembus nih&#8230;.">Situs diblokir masih tembus nih&#8230;.</a> (3)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/08/06/putri-indonesia-2007-orang-blitar/" title="Putri Indonesia 2007 orang Blitar">Putri Indonesia 2007 orang Blitar</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/03/07/siti-fadilah-supari-flu-burung-dan-susu-formula/" title="Siti Fadilah Supari : Flu Burung dan Susu Formula">Siti Fadilah Supari : Flu Burung dan Susu Formula</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2010/04/04/how-to-locally-checks-for-signs-of-a-rootkit/" title="How to locally checks for signs of a rootkit">How to locally checks for signs of a rootkit</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/09/26/sistem-informasi-manajemen-sekolah/" title="Sistem Informasi Manajemen Sekolah">Sistem Informasi Manajemen Sekolah</a> (24)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/07/26/data-from-an-advertising-company-bing-users-are-55-more-likely-to-click-on-ads/" title="Data from an advertising company : Bing Users Are 55 % More Likely to Click on Ads">Data from an advertising company : Bing Users Are 55 % More Likely to Click on Ads</a> (10)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/03/05/guyonan-retribusi-lahor/" title="Guyonan Retribusi Lahor">Guyonan Retribusi Lahor</a> (1)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/11/08/firefox-search-bar-and-google-suggestions/" title="Firefox Search Bar and Google Suggestions">Firefox Search Bar and Google Suggestions</a> (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2007/08/30/respect-my-country/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2007/08/17/refleksi-62-tahun-kemerdekaan-indonesia/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2007/08/17/refleksi-62-tahun-kemerdekaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2007 00:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nationalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/2007/08/17/refleksi-62-tahun-kemerdekaan-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda sudah merasa merdeka ? Ya.. pertanyaan ini hampir menjadi rutinitas setiap kali memperingati Kemerdekaan RI di setiap tempat, baik di kampung, di kota, maupun di Ibu Kota. Jawabannya pun beragam : &#8220;Saya belum merasa merdeka, karena saya masih merasa menjadi warga yang dimarjinalkan&#8221; &#8220;Belum, saya akan merasa merdeka kalau pemerintah memberikan kehidupan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="garuda.gif" src="http://www.setyaputra.org/wp-content/uploads/2007/08/garuda.gif" alt="garuda.gif" vspace="5" align="left" /><strong>Apakah anda sudah merasa merdeka ?</strong></p>
<p>Ya.. pertanyaan ini hampir menjadi rutinitas setiap kali memperingati Kemerdekaan RI di setiap tempat, baik di kampung, di kota, maupun di Ibu Kota. Jawabannya pun beragam :</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya belum  merasa merdeka, karena saya masih merasa menjadi warga yang dimarjinalkan&#8221;</p></blockquote>
<p>&#8220;Belum, saya akan merasa merdeka kalau pemerintah memberikan kehidupan yang layak bagi kaum miskin&#8221;</p>
<blockquote><p>&#8220;Gimana merasa merdeka kalau mau usaha saja dioprak kesana kemari.. tempat tinggal juga digusur&#8221;</p></blockquote>
<p>&#8220;Merdeka dari penjajah mungkin iya.. tapi merdeka dari bangsa sendiri.. ini yang belum. Karena saat ini penjajahan adalah oleh bangsa sendiri&#8221;</p>
<p>Itulah beberapa pendapat orang yang saya tangkap dari beberapa siaran TV, radio serta saat hajatan &#8220;Malam Renungan 17 Agustus&#8221; di kampung saya. Pendapat berbeda ini memang lahir dari latar belakang pendidikan, budaya, pola pikir dan pola hidup yang berbeda.   <span id="more-33"></span></p>
<p><strong>Maklum!</strong> Ya.. sebagai bangsa yang besar, kita harus maklum atas semua pendapat tersebut dan sah-sah saja semua berpendapat di jaman demokrasi ini.  Pemerintah memang selalu akan menjadi arah <strong>tudingan </strong>kenapa mereka tidak bisa merasa merdeka di negeri sendiri.  Dan menjadi tugas kita semua untuk memberikan penjelasan yang masuk akal agar mereka bisa merasa merdeka di negeri sendiri.  Penjelasan ini tidak dimaksudkan untuk membela pemerintah atau menjadikan kita menjadi &#8220;antek&#8221; pemerintah. Hanya pikiran kita memang harus jernih melihat semuanya dari segala aspek.</p>
<blockquote><p><strong>Menjadi warga yang dimarjinalkan</strong>, sebenarnya kalau saya pikir tidak mungkin ada &#8220;<strong>pemerintahan yang baik</strong>&#8221; yang dengan sengaja ingin  memarjinalkan warganya sendiri. Harus diakui banyak kendala yang mengakibatkan beberapa warga secara sistem akhirnya memang dimarjinalkan, salah satunya adalah produk hukum yang tidak mendukung mereka. Perlu kearifan untuk menilai bahwa ini <strong>merupakan tugas pemerintah dan wakil rakyat kita di DPR</strong> untuk membuat produk hukum yang memihak pada rakyat, bukan memihak pada partainya.</p></blockquote>
<p><strong>Kehidupan yang layak bagi Kaum Miskin</strong>,  kalau saya lihat memang kaum miskin akan selalu ada tergantung dari mana kita melihat perspektifnya. Di negara maju seperti Amerika pun banyak kaum miskin yang &#8220;<strong>keleleran</strong>&#8221; di jalan dan makan hanya sekali sehari.  Menurut pandangan saya, pemerintah saat ini <strong>sudah berusaha</strong> untuk memberikan jalan bagi kehidupan yang layak bagi kaum miskin, salah satunya memberikan Bantuan/Tunjangan bagi rakyat miskin atau memberikan pelayanan sekolah gratis WAJAR 9 tahun.  Hanya memang kultur rakyat kita adalah (menurut pandangan saya) selalu merasa terlena dengan semua bantuan dan kemudahan sehingga menjadikan arah penggunaan bantuan dan kemudahan ini tidak tepat sasaran.  Misalnya, bantuan pemerintah untuk rakyat miskin untuk pengembangan usaha dijadikan untuk membeli barang konsumtif. Perlu sistem yang jelas yang harus dilakukan pemerintah agar ada &#8220;pengawasan&#8221; dan &#8220;hukuman&#8221; atas penggunaan dana bantuan ini baik bagi yang memberikan maupun yang diberi.</p>
<blockquote><p><strong>Banyak penggusuran dan oprakan</strong>, memang masalah klasik dan ada di semua negara.  Salah satu faktor adalah kurang/tidak mau paham atas aturan dan hak milik. Kalau saya lihat kebanyakan adalah warga pendatang masuk ke suatu kota kemudian memilih lokasi kosong dan menjadikan lokasi kosong ini hak mereka tanpa melihat bahwa lokasi itu sudah ada yang punya.  Salah satu contoh adalah penghuni di bawah jembatan tol di Jakarta yang baru-baru ini terbakar.  Kalau saya lihat di TV mereka tidak mau pindah karena tidak punya ongkos pulang kampung, ada juga yang beralasan pemerintah belum menyediakan rumah layak yang gratis bagi mereka.  Saat ditanya apakah mau pulang kampung kalau diberi ongkos pemerintah, jawabannya adalah &#8220;terus saya harus usaha apa di kampung pak?&#8221;</p></blockquote>
<p><strong>Belum merdeka dari bangsa sendiri</strong>, kalau menurut saya pendapat ini karena mereka belum memiliki kesempatan menjadi pengusaha yang sukses atau duduk di birokrasi.  Saya pikir, mereka akan berpendapat lain bila kemudian mereka yang menjadi &#8220;bos&#8221; dan bukan menjadi &#8220;buruh/pekerja&#8221;.</p>
<p>Yah&#8230; mari kita berpikir jernih.  Anggaran negara sangat terbatas. Kalau semuanya harus disediakan pemerintah pasti tidak mungkin.  Bangsa kita saat ini sudah menjadi bangsa dengan tangan menengadah keatas daripada tangan yang meraih kesempatan hidup layak secara terhormat.  Bangsa kita mungkin sedang mengalami masa ketuaan, semakin tua semakin minta dilayani layaknya bayi.  Bukan ini bangsa yang besar. Tidak heran kalau negara-negara tetangga dan negara maju selalu memandang rendah kita karena bangsa kita sendiri yang membuat pandangan mereka seperti itu.</p>
<p>Mari kita songsong kemerdekaan ini dengan dada membusung dan bekerja tanpa lelah untuk bersama-sama dan bermitra antara rakyat (termasuk kaum pekerja), pemerintah dan pengusaha membangun menjadikan Indonesia menjadi Terhormat dan Dikagumi oleh bangsa-bangsa lain.</p>
<p><strong>M.E.R.D.E.K.A ! ! ! ! </strong></p>
<h3  class="related_post_title">Random Posts</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/08/situs-bank-jateng-dibobol-cracker/" title="Situs Bank Jateng dibobol Cracker">Situs Bank Jateng dibobol Cracker</a> (7)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/12/21/perlunya-sertifikasi-bagi-panitia-penerimaan-cpns/" title="Perlunya sertifikasi bagi panitia penerimaan CPNS">Perlunya sertifikasi bagi panitia penerimaan CPNS</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/01/sporg-of-the-year-2008/" title="SPORG of The Year : 2008">SPORG of The Year : 2008</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/09/26/makanan-dan-susu-mengandung-melamin/" title="Makanan dan Susu Mengandung Melamin">Makanan dan Susu Mengandung Melamin</a> (4)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/29/in-text-advertisement/" title="In-Text Advertisement with Infolinks">In-Text Advertisement with Infolinks</a> (20)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/10/29/sms-olay-wr-ke-7669/" title="SMS Olay WR ke 7669">SMS Olay WR ke 7669</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2010/05/23/tips-for-your-car-accessories/" title="Tips For Your Car Accessories">Tips For Your Car Accessories</a> (15)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/09/26/sistem-informasi-manajemen-sekolah/" title="Sistem Informasi Manajemen Sekolah">Sistem Informasi Manajemen Sekolah</a> (24)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/01/25/lagi-gak-ada-ide-part-2-blog-dosen-ekonomi/" title="Lagi Gak Ada Ide Part 2 : Blog Dosen Ekonomi">Lagi Gak Ada Ide Part 2 : Blog Dosen Ekonomi</a> (8)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/10/17/dont-visit-indonesial-2008/" title="DONT VISIT INDONESIAL 2008">DONT VISIT INDONESIAL 2008</a> (28)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2007/08/17/refleksi-62-tahun-kemerdekaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Raya &#8211; Dulu dan Kini</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2007/08/10/indonesia-raya-dulu-dan-kini/</link>
		<comments>http://www.setyaputra.org/2007/08/10/indonesia-raya-dulu-dan-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 11:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SetyaPutra.Org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nationalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/2007/08/10/indonesia-raya-dulu-dan-kini/</guid>
		<description><![CDATA[Ya&#8230; meskipun telat saya akhirnya ikutan mengomentari mengenai &#8220;kehebohan&#8221; penemuan lagu Indonesia Raya oleh Roy Suryo dan Tim Air Putih seperti yang ada dalam nukilan berita berikut ini : Rekaman Lagu Indonesia Raya Temuan Roy Suryo Bukan yang Asli Keluarga W.R. Soepratman Tantang Roy Suryo Video Klip Heboh di YouTube yang ditambahkan 26 Desember 2006 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya&#8230; meskipun telat saya akhirnya ikutan mengomentari mengenai &#8220;kehebohan&#8221; penemuan lagu Indonesia Raya oleh Roy Suryo dan Tim Air Putih seperti yang ada dalam nukilan berita berikut ini :</p>
<ol>
<li><a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/8/6/rekaman-lagu-indonesia-raya-temuan-roy-suryo-bukan-yang-asli/" target="_blank"><span class="attribute-value">Rekaman Lagu Indonesia Raya Temuan Roy Suryo Bukan yang Asli</span></a></li>
<li><a href="http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=139856" target="_blank"><span class="attribute-value">Keluarga W.R. Soepratman Tantang Roy Suryo</span></a></li>
<li><a href="http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s&amp;mode=related&amp;search=" target="_blank"><span class="attribute-value">Video Klip Heboh di YouTube yang ditambahkan 26 Desember 2006</span></a></li>
<li><span class="attribute-value"><a href="http://ndorokakung.com/2007/08/05/indonesia-raya-pecas-ndahe/" target="_blank">Telponnya Ndoro Kakung ke Roy Suryo</a><br />
</span></li>
</ol>
<p>Telat memang, tapi telatnya ini karena saya harus cari sana-sini, tanya sana-sini, apakah dulu saya memang pernah diajarkan lagu ini&#8230; supaya tidak hanya jadi biang gosip atau malah mau cari sensasi.   <span id="more-28"></span></p>
<p>Saya tidak ingin menambah kehebohan ini, hanya tiba-tiba saja saya teringat jaman saya SD dulu yang Insya Allah seingat saya diajarkan 2 Lagu versi Indonesia Raya. Versi pertama sama seperti lagu Indonesia Raya yang sering kita nyanyikan saat pengibaran bendera dan satunya kalau tidak salah seperti ini :</p>
<blockquote><p>Indonesia Tanah Airku<br />
Tanah Tumpah Darahku<br />
Disanalah Aku Berdiri<br />
Jadi Pandu Ibuku</p>
<p>Indonesia Kebangsaanku<br />
Bangsa dan Tanah Airku<br />
Marilah Kita Berseru<br />
Indonesia Bersatu</p>
<p>Hiduplah Tanahku<br />
Hiduplah Negriku<br />
Bangsaku Rakyatku Semuanya<br />
Bangunlah Jiwanya<br />
Bangunlah Badannya<br />
Untuk Indonesia Raya</p>
<p>Reff:<br />
Indonesia Raya Merdeka Merdeka<br />
Tanahku Negriku yang Kucinta<br />
Indonesia Raya Merdeka Merdeka<br />
Hiduplah Indonesia Raya</p>
<p>Indonesia Tanah yang Mulia<br />
Tanah Kita yang Kaya<br />
Di Sanalah Aku Berdiri<br />
Untuk Slama-lamanya<br />
Indonesia Tanah Pusaka<br />
Pusaka Kita Semuanya<br />
Marilah Kita Mendo&#8217;a<br />
Indonesia Bahagia</p>
<p>Suburlah Tanahnya<br />
Suburlah Jiwanya<br />
Bangsanja Rakyatnya Semuanya<br />
Sadarlah Hatinya<br />
Sadarlah Budinya<br />
Untuk Indonesia Raya</p>
<p>Reff:<br />
Indonesia Tanah Yang Suci<br />
Tanah Kita Yang Sakti<br />
Di Sanalah Aku Berdiri<br />
M&#8217;Njaga Ibu Sejati<br />
Indonesia Tanah Berseri<br />
Tanah Yang Aku Sayangi<br />
Marilah Kita Berjanji<br />
Indonesia Abadi</p>
<p>Slamatlah Rakyatnya<br />
Slamatlah Putranya<br />
Pulaunya, Lautnja, Semuanya<br />
Madjulah Negrinya<br />
Madjulah Pandunya<br />
Untuk Indonesia Raya</p></blockquote>
<p>Lagu satunya ini diajarkan bukan untuk dinyanyikan saat pengibaran bendera Merah Putih, tetapi sering dijadikan lagu untuk ikut lomba paduan suara lagu wajib.</p>
<p>Terlepas dari apakah ini barang baru atau barang lama&#8230; bagi saya tidak masalah.  Yang penting Indonesia harus maju dan semua rakyatnya mau berdoa demi Indonesia Raya agar bisa makmur dan sejahtera (klise &#8230; tapi penting). Jujur saja, karena adanya &#8220;kehebohan&#8221; ini saya jadi teringat masa-masa SD dulu betapa cepatnya waktu berlalu dan indahnya masa kanak-kanak dulu.  Aahh.. thanks Roy!</p>
<h3  class="related_post_title">Random Posts</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/05/06/festival-malang-kembali-2007/" title="Festival Malang Kembali 2007">Festival Malang Kembali 2007</a> (2)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/07/02/kapan-bisa-menjajal-iphone/" title="Kapan bisa menjajal iPhone?">Kapan bisa menjajal iPhone?</a> (5)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/10/29/sms-olay-wr-ke-7669/" title="SMS Olay WR ke 7669">SMS Olay WR ke 7669</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/03/09/can-i-accept-credit-cards-in-real-time-through-my-web-site/" title="Can I accept credit cards in &#8220;real-time&#8221; through my web site?">Can I accept credit cards in &#8220;real-time&#8221; through my web site?</a> (17)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/08/23/review-byon-m3311-gc2d-t2450/" title="Review: BYON M3311 G/C2D &#8211; T2450">Review: BYON M3311 G/C2D &#8211; T2450</a> (16)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2007/10/04/kecewa-layanan-kartu-kredit-bca/" title="Kecewa Layanan Kartu Kredit BCA ">Kecewa Layanan Kartu Kredit BCA </a> (37)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/01/28/sang-jendral-besar-akhirnya-tutup-usia/" title="Sang Jendral Besar akhirnya tutup usia.">Sang Jendral Besar akhirnya tutup usia.</a> (0)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2008/02/16/isu-bhp-dan-komersialisasi-pendidikan/" title="Isu BHP dan Komersialisasi Pendidikan">Isu BHP dan Komersialisasi Pendidikan</a> (13)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/11/08/firefox-search-bar-and-google-suggestions/" title="Firefox Search Bar and Google Suggestions">Firefox Search Bar and Google Suggestions</a> (3)</li><li><a href="http://www.setyaputra.org/2009/01/13/http-referrer/" title="HTTP Referrer">HTTP Referrer</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.setyaputra.org/2007/08/10/indonesia-raya-dulu-dan-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

