Jogja Touring : Wisata Kuliner
Sebenarnya hampir saja kami sekeluarga batal melakukan “jalan-jalan” ke Jogja saat tanggal 17 Juli 2009 kemarin terjadi musibah bom di Mega Kuningan Jakarta. Apalagi jadwal keberangkatan touring kami adalah 18 Juli 2009 pagi hari.
Selisih satu hari sejak musibah bom tersebut membuat kami semua “gamang” karena tujuan kami tidak hanya ke Jogja tetapi juga ke Borobudur dan menurut isu Borobudur merupakan tempat yang mulai dijaga sangat ketat. Tetapi karena sudah direncanakan jauh hari sebelumnya, maka kami “nekat” berangkat juga.
Kisah yang akan saya ceritakan disini akan bercerita mengenai sisi jajanan dan makanan yang kami temui dan kami cicipi sejak dari Blitar – Jogja – Borobudur – Jogja – Blitar. Oleh karena itu “episode” kali ini bercerita mengenai Wisata Kuliner kami. Mengenai cerita lainnya, akan saya coba ceritakan di kesempatan lain, itupun kalau saya sempat
Pagi hari tanggal 18 Juli 2009 kami berangkat pukul 06.00 WIB menggunakan mobil sedan “pinjaman dari ortu” dengan harapan akan sampai di Jogja tidak terlalu sore. Menurut kalkulasi saya dari pengalaman sebelumnya, perjalanan Blitar – Jogja paling lama akan memakan waktu sekitar 5-6 jam dengan kecepatan mobil. Perjalanan di pagi hari serasa menyegarkan juga meskipun ternyata di jalanan sangat padat dan paling cepat rata-rata kecepatan mobil hanya 70-80 km/jam. Sampai di Nganjuk pukul 08.10 WIB perut mulai keroncongan karena kami memang berangkat tidak sarapan terlebih dahulu. Karena tujuannya juga untuk wisata kuliner, maka kami berniat makan di perjalanan saja. Rencana saya, makan pagi di Rumah makan Accord 2 di Ngawi yang terletak di jalan raya Caruban-Ngawi.
Rumah Makan Accord 2
Menu yang kami pilih untuk makanan adalah Soto Babat, Mie Hotplate, Lontong Cap Gomeh, Bakmie Goreng. Sedangkan minuman kami pilih Es Kelapa Muda, Es Jeruk, dan Es Buah. Mengenai rasanya kami acungi jempol untuk soto babat, lontong cap gomeh dan bakmie goreng. Rasanya mantap-tap-markatap. Mie Hotplate rasanya agak aneh menurut lidah kami sekeluarga karena menggunakan sauce tauco. Untuk Bakmie Goreng, kalau anda penikmat sekedarnya, saya anjurkan ajak teman anda karena porsinya sangat banyak. Untuk minuman, es kelapa muda dirasa kurang mantap karena kelapanya sudah agak tua. Es jeruk dan es buah rasanya juga standard. Mengenai harga, standard juga. Kami berdelapan menghabiskan sekitar Rp. 155.000,-. Saya beri RM. Accord 2 Bintang Dua.
Dapur Raos Resto : Rajanya Masakan Tradisional
Sesampai di Jogja pukul 14.30 WIB, kami menuju ke Godean arah dimana Om saya berada. Kami putuskan untuk makan siang dulu. Saat di perempatan jalan raya Godean Km4, tepatnya setelah Supermarket GIANT, tepat diatas Lampu “Bangjo” (traffic light) ada baliho Dapur Raos Resto yang tidak pernah kami lihat sebelumnya kalau ke Jogja. Kami arahkan mobil kami ke kiri ke arah Jl. Patran Banyuraden 154B dimana Resto tersebut berada sesuai info di baliho. Restonya bersuasana pedesaan dan memberi kesan alami dengan hiasan air terjun buatan di kaca depan. Kami parkir didepan resto dan muncul dari dalam resto sosok seseorang yang saya kenal saat di Malang dulu. Ternyata resto ini adalah dibawah manajemen Pak Giri Widagdo (Pak Dodok) yang sangat saya kenal saat kami sama-sama berbisnis di kota Malang. Singkat kata setelah chat-chit-chat, kami duduk di resto dan disuguhi makanan pembuka gratis, yaitu teh hangat pahit, keripik ketela dan keripik pisang. Kami memesan Gurami Asam Manis, Cha Sawi, Ayam Penyet, Bandeng Penyet, Nasi Putih Organik, Es Kelapa Muda, Milkshake Coklat, Juice Semangka, Kopi dan Es Jeruk. Sekitar 15 menit makanan-minuman mulai datang. Rasanya Top-top-markotop. Cha Sawi gurih, ayam penyet lunak, bandengnya juga enak ditambah nasi putih organik yang sedap. Minumannya juga menyegarkan. Kekuranganya mungkin hanya di Gurami asam manis yang rasa kuahnya kurang merasuk karena sepertinya gurami digoreng tanpa bumbu kemudian baru dituang kuah asam manis. Mengenai harga ternyata cukup murah, sekitar Rp. 145.000,-. Saya beri Dapur Raos Resto Bintang Tiga.
Borobudur-Silver Resto : Taste of Indonesia
Keesokan harinya, Minggu 19 Juli 2009, sekitar pukul 14.00 WIB kami berangkat ke Borobudur. Kami berangkat siang karena paginya ada acara perkawinan. Selain itu kami sepakat berangkat siang karena saat sampai di Borobudur tidak akan terlalu panas. Kami sampai di Borobudur sekitar pukul 15.00 WIB dan setelah bercapek-capek naik-turun dan menjelaskan beberapa hal mengenai borobudur kepada anak-anak, kami belanja beberapa souvenir seperti kaos, gantungan kunci, dll. Pukul 17.30 WIB kami bergerak ke arah Candi Mendut dan terus ke Jl. Mayor Kusen Km. 2,4 Mungkid Magelang. Kami ingin mencoba Borobudur-Silver Resto yang menurut baliho di sekitar borobudur merupakan Taste of Indonesia. Ternyata di BS resto ini juga terdapat pusat kerajinan perak. Kami sempat melihat di showroom BS ini yang bersebelahan dengan resto. Sangat cantik dan banyak yang unik-unik. Karena rasa lapar, maka saya segera menuju resto untuk memesan makanan dan minuman. Kali ini kami memesan Gurami Asam Manis, Bebek Bakar, Gurami Bakar, Nasi Putih Bakul, Es Coklat, Milkshake Coklat, Kopi, Teh, Soda Gembira, dan Es Jeruk. O ya, saat kami masuk, kami langsung diberi handuk kecil basah untuk membasuh tangan serta disuguhi minuman air putih dan keripik ketela sebagai pembuka dan gratis. Di dalam resto terdapat perangkat gamelan sehingga anak-anak bisa bermain sambil menunggu makanan datang. Sekitar 20 menit, semua hidangan tersaji. Rasanya.. wow.. mantap-tap-markatap serta top-markotop. Penyajiannya ala resto di hotel bintang lima, baik meja, hidangan dan pelayanannya. Semua hidangan yang kami pesan ludes. Makanan dan minuman sangat nikmat. Gurami asam manis disajikan dengan cara goreng tepung bumbu kecil-kecil kemudian disiram kuah asam manis. Semua bumbu merasuk. Tidak salah kalau saya beri Bintang Empat untuk BS Resto. Mengenai harga, memang agak mahal. Tetapi sepadan dengan rasa dan kenikmatan yang kami peroleh.
Oke, itu tadi sekelumit perjalanan wisata kuliner kami sekeluarga. Kalau sempat, nanti saya sambung wisata kuliner dari Joga kembali ke Blitar dimana kami sempat mampir ke Depot Bakso dan RM. Ayam Goreng Candisari Kalasan.



October 10th, 2009 at 10:04 am
wah… mampir ngawi ya pak? kapan2 lewat lagi singgah di gubuk saya dong…
October 10th, 2009 at 6:46 pm
Thanks mas Iwan… kami amat bahagia panj sekeluarga “kerso rawuh kembul bujono andrawino” di resto kami, banyak perbaikan telah kami lakukan sesuai saran panj, tentang rasa, tepat… ini memang yang telah kami perbaiki. Nuansa dan bangunan sudah lengkap sekarang, dengan surau kecil di pojok depan. Kapan tindak jalan-jalan lagi ke Jogja…..? Jangan lupa kirim kabar pada kami. By email atau ke facebook. Kami tunggu mas Iwan.
October 10th, 2009 at 10:08 pm
#samsul : aku baru saja dari ngawi Sul, ke SMAN 1 Ngawi pasang Aplikasi SIM Sekolah. baru aja masuk rumah ini, terus buka blog. rumahmu dimana ? kirim via japri aja ya kontakmu jadi kalau ke Ngawi lagi Insya Allah tak mampir.
October 10th, 2009 at 10:11 pm
#G Widagdo : waduh, pak…. artine opo kuwi ? oke deh, kalau pas ke jogja lagi Insya Allah saya mampir lagi untuk merasakan perbedaannya dengan yang pertama… tentunya lebih baik ya… yang pasti masakannya wuenak… kok… tenan iki… buat temen2 yang ke jogja… tidak rugi merasakan hidangan di dapur raos resto… monggo-monggo mampir…
March 7th, 2011 at 9:39 pm
Hi Pak Setya, Terima kasih sudah berbagi, kalau jalan-jalan ke Bali mampir ke Villa saya ya Pak, Villa di Kuta namanya Kedis Bali Villa… Silahkan kunjungi website saya untuk info lebih lanjut.. Salam