Ini memang lanjutan artikel mengenai telor dapat berdiri pada 8 Juni 2008 kemarin. Karena ingin membuktikan, maka sejak pagi saya suruh istri saya untuk beli telor ayam beberapa butir. Setelah dapat, sekitar pukul 09:30 WIB saya mulai mencoba mempraktekkan apakah memang fenomena ini benar adanya. Pertama-tama saya coba di dalam rumah dan saya coba berkali kali tidak bisa. Kemudian saya ingat bahwa menurut artikel sebelumnya, bahwa fenomena ini dipengaruhi saat matahari memancarkan cahaya paling keras.
Oke… saya coba kembali di teras belakang rumah dimana ada sinar matahari masuk. Saya coba dengan cara menegakkan terus saya lepas, tidak bisa berdiri. Saya coba cari lokasi teras yang langsung kena cahaya matahari. Disitu saya letakkan telor dan saya berdirikan beberapa saat (sekitar 10-15 detik) kemudian saya lepas. Whoila… benar-benar berdiri. Saya coba telor lain dengan lokasi beberapa senti disebelah lokasi pertama dan juga berdiri. Saya coba lagi telor lain dengan posisi paling tipis ujungnya dibawah, dan juga berdiri. Memang tidak lama, paling lama sekitar 10 menit telor jatuh. Tapi paling tidak ini menunjukkan fenomena ini ada.





Foto-foto diatas adalah foto tanpa edit kecuali saya hanya memperkecil ukurannya saja agar muat di blog. Kondisi lantai tempat telor berdiri terkena sinar matahari langsung dan lantai keramik untuk teras. Tanggal 9 Juni 2008 saya coba di lokasi sama dan kondisi yang sama, telor tidak dapat berdiri.
Jadi silahkan asumsikan sendiri apakah ini fenomena alam atau bukan. Yang jelas saya hanya ingin membuktikan artikel mengenai telor berdiri ini dan saya cukup puas dengan bukti ini. Boleh percaya boleh tidak, apalagi mau bilang foto diatas adalah hasil rekayasa. Boleh-boleh saja.. yang jelas saya tidak butuh sensasi untuk melakukan rekayasa foto ![]()
Popularity: 8%




