<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Guyonan Retribusi Lahor</title>
	<atom:link href="http://www.setyaputra.org/2008/03/05/guyonan-retribusi-lahor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.setyaputra.org/2008/03/05/guyonan-retribusi-lahor/</link>
	<description>Stories and articles about Application, Blogosphere, Internet World, and Online Business</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 21:53:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: wewed</title>
		<link>http://www.setyaputra.org/2008/03/05/guyonan-retribusi-lahor/comment-page-1/#comment-2577</link>
		<dc:creator>wewed</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:56:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.setyaputra.org/2008/03/05/guyonan-retribusi-lahor/#comment-2577</guid>
		<description>Sejak saya SMP saya selalu melewati jalur tersebut dengan angkot &quot;Bison&quot;. Emang benar pak posisi waduk Lahor sebagian besar di wilayah Kab. Malang, lha tapi batu2an yang buat mbendung itu khan dari Selorejo (Kab. Blitar), jalan itu sebenarnya kan jalan proyek sewaktu pembangunan di waduk tersebut, dulu sebelum tahun 93an malah jelek jalannya, sekitar tahun 93-94 jalan tersebut belum seperti sekarang, maka kemudian ada &quot;portal&quot; masuk untuk mobil, tahun 95 an masih 200 rupiah dan motorpun gak ada tarikan, tapi nyata hasilnya jalan langsung mulus dan di hotmix.

Tapi memasuki tahun 2000an ketika saya pulang kampung, kok motor jadi disuruh mbayar, masuk ke kawasan situ dulu malahan gratis... nampaknya ini efek dari otonomi daerah yang sudah keterlaluan, saya sendiri kalau pulang ke selorejo dari Malang lebih baik lewat jalan jalur bis, meskipun berkelok2 tapi lancar sekali.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak saya SMP saya selalu melewati jalur tersebut dengan angkot &#8220;Bison&#8221;. Emang benar pak posisi waduk Lahor sebagian besar di wilayah Kab. Malang, lha tapi batu2an yang buat mbendung itu khan dari Selorejo (Kab. Blitar), jalan itu sebenarnya kan jalan proyek sewaktu pembangunan di waduk tersebut, dulu sebelum tahun 93an malah jelek jalannya, sekitar tahun 93-94 jalan tersebut belum seperti sekarang, maka kemudian ada &#8220;portal&#8221; masuk untuk mobil, tahun 95 an masih 200 rupiah dan motorpun gak ada tarikan, tapi nyata hasilnya jalan langsung mulus dan di hotmix.</p>
<p>Tapi memasuki tahun 2000an ketika saya pulang kampung, kok motor jadi disuruh mbayar, masuk ke kawasan situ dulu malahan gratis&#8230; nampaknya ini efek dari otonomi daerah yang sudah keterlaluan, saya sendiri kalau pulang ke selorejo dari Malang lebih baik lewat jalan jalur bis, meskipun berkelok2 tapi lancar sekali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
