Saya sebagai pribadi mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Jendral Besar (Purn) H.M. Soeharto, mantan Presiden RI Kedua. Sebagai mantan presiden yang telah memerintah 32 tahun lamanya, tentunya banyak menimbulkan pro dan kontra selama memerintah negeri ini. Satu hal yang patut dicatat, bagi umat muslim, kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain, apalagi yang sudah meninggal dunia.
Saya tidak ingin menambah banyak kontroversi seputar tuntutan hukum yang sekarang “masih” menimpa jendral yang dijuluki the smilling general ini. Saya hanya ingin menceritakan sisi lain yang mengiringi pak Harto sejak sakit sampai kemudian wafat. Sisi lain ini cukup menarik disimak karena cukup banyak disorot oleh media masa baik cetak maupun televisi.
Berikut adalah beberapa cerita yang mengiringi sakitnya pak Harto sampai wafat pada hari Minggu 27 Januari 2008 pukul 13:10 wib :
1. Saat pak Harto dinyatakan kritis, ada kejadian yang dihubungkan dengan kondisi alam, seperti tanah longsor di sekitar komplek Astana Giribangun. Bahkan di salah satu televisi, anggota DPR RI, Bpk. Permadi menyatakan bahwa menurut kepercayaan orang jawa, ini merupakan suatu pertanda akan adanya peristiwa besar ini.
2. Saat pak Harto dinyatakan kondisi mulai stabil dan bisa makan (seingat saya dari berita di TV adalah makan bubur) sampai 15 sendok, prediksi mulai bermunculan di kalangan masyarakat bahwa ini sudah tinggal menunggu saatnya karena biasanya orang sakit kalau kondisi stabil-labil-stabil kemudian bisa makan langsung maka ini merupakan pertanda.
3. Saat pak Harto dinyatakan wafat, ada beberapa hal yang menarik, yaitu :
- Pertanyaan dari beberapa pelaku penukaran uang asing di Blitar, apakah akan mempengaruhi harga mata uang Indonesia terhadap dollar ? Saya jawab bahwa kemungkinan bisa saja, tetapi kemungkinan besar sih tidak karena saat ini pak Harto tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk bisa mempengaruhi pergerakan mata uang. Yang mempengaruhi dollar saat ini adalah kondisi resesi di Amerika serta usaha bank federal amerika memangkas suku bungnya.
- Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama 7 hari yang menurut PKB sangat berlebihan.
- Banyak aktifis yang dulu berseberangan dengan pak Harto minta agar kesalahan pak Harto di masa lalu dimaafkan, tetapi tetap meminta pelurusan sejarah seperti kontroversi SuperSemar, Tanjung Priok, dll.
- Semua siaran TV mulai minggu hingga senin siang hampir tiada henti menyiarkan mengenai prosesi pemakaman pak Harto, tidak ada acara sinentron kesayangan ibu-ibu, film kartun kesukaan anak-anak maupun film action kegemaran bapak-bapak.
Yah, itulah beberapa cerita menarik yang saya ingat. Bagaimanapun juga, pak Harto juga manusia biasa yang bisa berbuat salah. Meskipun begitu jasanya juga tidak bisa dipandang sebelah mata pada bangsa ini. Tetapi saya juga mendukung penuntasan semua kasus yang melibatkan salah satu Jendral Besar ini agar masyarakat mengetahui benar dan salahnya untuk kepastian hukum.
Popularity: 5%




