Apa hubungannya ? Ya.. banyak yang bicara bahwa untuk mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS salah satunya dengan cara memakai kondom saat “berhubungan” dengan pasangan. Oleh karena itu saat peringatan hari AIDS kemarin, banyak kegiatan dari aktivis AIDS maupun simpatisannya yang salah satunya membagikan kondom Gratis di jalan-jalan raya. Celakanya adalah, seperti terlihat di siaran TV, tidak hanya orang tua yang dibagi kondom tetapi lebih banyak anak muda bahkan masih remaja yang juga mendapat kondom gratis.
Apakah ini merupakan obat mujarab untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ? Tentu saja tidak. Salah satu koran nasional kemarin bahkan menurunkan tulisan yang sangat menarik, yaitu kondom sudah tidak lagi efektif mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ini. Pembahasan koran tersebut juga menjadi topik diskusi yang hangat dengan beberapa teman yang juga prihatin dengan kegiatan pembagian kondom gratis ini. Banyak efek negatifnya daripada positif dengan kegiatan pembagian kondom gratis ini :
- Biasanya kegiatan pembagian kondom gratis ini akan meminta sponsor pabrik kondom dalam kegiatannya. Pabrik kondom akan memberikan kondom gratis untuk dibagikan yang tentu saja tidak ada yang tahu apakah kualitasnya sama dengan yang dijual dipasar atau hanya merupakan kondom hasil sortiran (tidak memenuhi mutu). Hal ini dikarenakan ada teman yang mengecek kekuatan kondom gratis ini dengan mengisi air dan bocor. Bisa dibayangkan kalau banyak anak muda yang mendapat kondom ini dan mencobanya….
- Saya ingat dulu di Surabaya pernah ada ATM Kondom, dimana siapa saja bisa membeli kondom di mesin ini dengan memasukkan koin. Bahkan anak kecilpun bisa membelinya. Keberadaan mesin ini jelas meresahkan warga karena secara moral mestinya hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh membeli kondom sehingga kemudian mesin ini berhenti beroperasi. Berhubungan dengan ini, maka kegiatan pembagian kondom gratis malah lebih parah lagi, bisa merusak mental dan moral remaja Indonesia. Dengan mendapat kondom gratis, maka remaja bisa berpikir bahwa sudah saatnya mereka mencoba kondom. Bisa bahaya moral remaja kita kalau demikian.
- Menurut penelitian yang diberitakan di koran-koran, penyebaran virus HIV/AIDS paling tinggi disebabkan karena penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, yang biasanya digunakan oleh pencandu narkoba. Jadi seakan pembagian kondom gratis ini hanya merupakan pesan sponsor pabrik kondom saja.
Saya sebetulnya tidak anti terhadap kegiatan pembagian kondom ini asalkan mereka tahu siapa yang harus diberi kondom ini. Para aktivis ini tentunya tahu siapa saja yang sudah terkena virus HIV/AIDS ini, maka sebaiknya kondom-kondom ini dibagikan bagi mereka supaya tidak menularkan ke orang lain. Mengapa ? Karena penyebaran virus HIV/AIDS seperti yang saya baca adalah “salah satunya” karena berhubungan dengan penderita AIDS. Berarti kalau tidak dengan penderita AIDS maka tidak akan terkena virus ini.
Penyadaran masyarakat menurut saya yang lebih penting. Saya setuju bahwa penderita AIDS tidak boleh dikucilkan, oleh karena itu proses edukasi dan komunikasi yang baik bisa lebih efektif mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ini. Dan tidak dengan penyebaran kondom gratis secara serampangan di pinggir jalan, yang seakan-akan membiarkan proses pembusukan moral remaja untuk boleh melakukan sex bebas asalkan memakai kondom.
Saya juga agak menyesalkan pernyataan Giring (vokalis Nidji Band - yang sebenarnya juga band fav saya) di TV kemarin yang menyatakan “dan kalau sangat terpaksa sekali melakukannya, jangan lupa pakai kondom”. Akan lebih bijaksana apabila pernyataan itu lebih mengingatkan remaja jangan melakukan sex bebas karena kalau sex bebas ini dibiarkan maka pakai kondom atau tidak, remaja tidak akan perduli. Penyesalan selalu diakhir cerita.
Tulisan saya diatas tidak bermaksud menunjukkan diri saya seakan sok suci, ini hanya bentuk keprihatinan saya dan beberapa teman diskusi yang merasa bahwa pembagian kondom gratis tidak etis dan bisa berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja. Pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS merupakan tanggung-jawab kita bersama, maka mari kita memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat dan yang lebih penting adalah selalu berkomunikasi dengan pendertia AIDS agar tidak menularkan ke orang lain. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan bagi kita semua.
Peace and Love !
Popularity: 10%




