Ilusi Strategi Marketing
Strategi Marketing menurut definisinya kira-kira adalah suatu proses yang membolehkan organisasi untuk menggunakan seluruh sumber daya yang ada (yang biasanya terbatas) dalam meningkatkan tingkat penjualan dan memperoleh keuntungan yang kompetitif dan bisa bertahan lama. Jadi dengan strategi marketing maka perusahaan bisa merencanakan penetrasi pasar atas produknya dengan menggunakan sumber daya yang ada baik yang ada di internal maupun eksternal agar tingkat penjualan produk tersebut bisa meningkat dengan signifikan dan bertahan lama.
Contoh kasus paling menarik adalah model pemasaran Mentari FreeTalk 5000 gratis 5000 dengan semboyan “Ayo Hitung Lagi!” Dari iklan ini saya tertarik untuk mengulas tentang 2 kalimat kunci yang digunakan mentari yaitu :
- Rp. 0,- Masak ada yang lebih murah dari gratis telepon??
- Ayo Hitung Lagi!!
Dengan 2 kalimat kunci ini Mentari berusaha membius dan mempesona pengguna seluler GSM untuk menggunakan kartu Mentari. Hal ini sah dilakukan dan harus sebagai bagian dari strategi marketing. Apalagi persaingan antar operator GSM saat ini sangat ketat. Ditambah dengan masuknya operator baru 3 yang langsung menggebrak dengan telpon dan sms gratis antar 3 saat baru diluncurkan.
Pada dasarnya dalam perspektif pelanggan, strategi marketing Mentari ini sudah menggunakan2 jenis sumber daya sekaligus yaitu internal dan eksternal untuk meningkatkan tingkat penjualannya. Internal yaitu pelanggan tetap mereka akan semakin setia dengan program ini sehingga tingkat penjualan diharapkan bisa tetap, bahkan naik dalam posisi internal ini. Eksternal yaitu pelanggan tidak tetap (pelanggan yang sering ganti kartu perdana) dan pelanggan operator lain, diharapkan dengan iklan ini maka mereka akan lebih tertarik dengan produk Freetalk dan pindah menjadi pelanggan Mentari. Dari posisi eksternal ini diharapkan tingkat penjualan bisa naik. Selain itu model strategi operator lain juga merupakan sumber daya eksternal yang harus dicermati sehingga strategi marketing yang akan dibuat bisa lebih unggul dibanding operator lain.
Sekarang, apa hubungannya ilusi dengan strategi marketing ? Layaknya pesulap, setiap perusahaan yang menggunakan strategi marketing selalu akan menebar pesona dan membius penontonnya agar mengikuti jalan pikiran si pesulap sehingga ilusi yang dibuat seakan nyata. Mari bahas ilusi dari contoh kasus diatas.
- Rp. 0,- Masak ada yang lebih murah dari gratis telepon?? Menurut info dari Klub-Mentari bahwa “ Pelanggan mentari aktif yang telah mencapai penggunaan pulsa Rp. 5.000,- dari pemakaian telepon dan sms bisa memanfaatkan program freetalk ini selama periode waktu Pk. 00.00 – 24.00 setiap harinya. Bila keesokan harinya pelanggan menggunakan lagi pulsanya sebesar Rp. 5.000,- lagi maka ia akan mendapatkan bonus Rp.5.000,- lagi, begitu seterusnya. Bonus tidak akumulatif dan dapat digunakan pada hari yang sama”
- Ayo Hitung Lagi!!
Sebenarnya, adakah didunia ini bisnis yang dijalankan dengan memperoleh penjualan Rp. 0,- ? Tidak ada kecuali perusahan charity. Nah disini ilusinya.
Misalnya anda memiliki pulsa Rp. 5000,- untuk dapat digunakan kira-kira selama 16-17 menit ke sesama Mentari (menurut rilis Harian Bisnis Indonesia, Kamis 27 September 2007 tentang perbedaan tarif operator di Indonesia, tarif mentari Rp. 300,- per 3 menit). Menurut informasi ini juga, tarif ini hanya berlaku Jumat, Sabtu dan Minggu dan untuk regional saja, tidak nasional/interlokal. Setelah anda gunakan anda akan mendapatkan lagi bonus pulsa Rp. 5000,-.
Gratis ? Rp. 0,- ? Tidak….. anda hanya mendapatkan diskon 50% saja. Dari tarif Rp. 5000,- ini sebenarnya dengan menjual Rp. 2.500,- saja Mentari sudah untung sehingga sebagai strategi marketing dibuatlah sisa Rp. 2.500,- sebagai bonus. Memang keuntungan menjadi lebih sedikit, tapi tujuan peningkatan penjualan dengan cara ini bisa tercapai bahkan bisa meningkatkan profit bila pelanggan semakin banyak. Singkat kata, sebenarnya dengan harga Rp. 5.000,- anda akan mendapatkanpulsa Rp. 10.000,- atau dengan dengan kata lain pulsa Rp. 5000,- bisa didapatkan dengan harga Rp. 2.500,- saja.
Nah.. Rp. 0,- tidak nyata bukan ? Karena anda masih harus membeli dan tidak gratis. Itulah ilusinya. Dihitung bagaimanapun tetap tidak akan menemukan tarif Rp. 0,-. Ayo anda hitung lagi……
Dari penjelasan saya diatas cukup jelaslah bagi kita, bahwa strategi marketing bisa digunakan perusahaan untuk melakukan ilusi terbaik bagi peningkatan penjualan produknya, dan ini sah-sah saja di dunia bisnis karena tidak ada bisnis yang mengharapkan penghasilan Rp. 0,-. Hanya cara anda bagaimana mengemas model pemasaran anda menjadi lebih menarik dengan melihat sumberdaya internal maupun ekternal yang ada.
Satu hal perlu dicatat, jangan melihat kejujuran dalam mengemas strategi marketing karena kejujuran pasti tidak akan menarik. Tapi jika anda ingin selamat dunia akhirat maka utamakan kejujuran dalam mengemas strategi marketing, karena terkadang Tuhan bekerja dengan cara yang tidak bisa kita nalar. Kejujuran bisa malah menjadi modal utama perusahaan dalam meningkatkan penjualan dengan lebih sustainable.
* Catatan : contoh kasus diatas saya gunakan karena tertarik dengan iklan Mentari “Ayo Hitung Lagi” dan tidak ada maksud lain selain sebagai bahan kajian kuliah.


November 17th, 2007 at 11:42 pm
Pokoknya… setiap promo/iklan suatu produk, jangan lupa baca tulisan kecil yang biasanya jadi “syarat dan ketentuan berlaku”
Tidak membaca hal tersebut.. sesat dalam penggunaan.. berakibat bengkaknya tagihan he .. he.. he ..
November 21st, 2007 at 12:30 am
sungguh menarik sekali ulasannya bung..!! dan memang pada saat sekarang ini kalo kita peratiin terutama pada segmen op. komunikasi perang promosi esp. dalam pricing sungguh2 luar biasa… dan imbasnya dapat menjadikan konsumen komunikasi/pengguna hp menjadi dualisme atau multiisme…(hehehee maaf istilahnya rancu), misal seorang pemilik hp dapat memiliki bermacam sim, yg dapat mereka gunakan untuk meraup harga miring kepada kerabat, teman dengan sim dari operator yang sama……
dan memang kejujuran dan strategi marketing merupakan dua hal yang bertentangan… bukannya tidak jujur tapi juga tidak bohong… hanya saja unconceal…. tapi bisa juga diidentifikasi sebagai menipu jika konsumen tidak benar2 mencerna informasi dengan baik dan benar… dan mungkin sekarang trend etika para pemasar sudah bergeser dari sudut moralitasnya…
tapi bung, sebagai input aja, ane baru nyadarin sebenarnya ada sistem pemasaran yang lebih pol.. 4 sifat utama dari rasul (bagi yng muslim)yakni sidiq, amanah, fatonah, dan satu lagi aku lupa mas…
ya begitulah… ty
August 25th, 2008 at 3:40 am
Malam…
Menarik skali ulasannya, klo strategi marketing dalam property perumahan bagusnya bagaimana trik2 nya , padahal dengan hadiah langsung sudah kami terapkan
September 10th, 2008 at 5:44 pm
Saya Mau tanya,
1. Langkah pertama untuk membuat strategi
marketing berjalan dengan baik.
2. Hal Apa saja yang perlu diperhatikan?
3. Strategi apa yang paling cocok
Ilustrasi :
Saya bekerja diperusahaan (Dealer) jasa telekomunikasi, Produk yang akan di jual tidak semua orang dapat membelinya/ menimati/hanya kalangan tertentu saja.
Bagaimana menurut bapak dalam hal ini?
September 10th, 2008 at 9:25 pm
Malam..
gimana strateginya untuk menjual produk yang harganya mahal dan bajakannya merajalela di mana2?
Tolong ya mas…
October 10th, 2008 at 11:18 am
bagaimana cara penympaian cara tawaran kita kepada calon konsumen yang betul betul asing bagi kita, apakah dia yakin, percaya dan mau dengan yang kita tawarkan. mohon bantuanya makasaih. Suwun…..
September 1st, 2009 at 12:18 pm
Mantap Mas..
strategi “kesan”
strategi yang sering sekali dipakai oleh para marketer. dan kurang lebih strategi ini sama seperti kita mungkin suka berkunjung ke salah satu toko emas atau baju, biasanya ada penawaran, misalnya: ” GRATIS kaos gaul seharga Rp.60.000 hanya dengan membeli 2 buah jeans levis”
padahal kalau Anda tahu, harga kaos kalau kita langsung ngambil dari pabrikan dan kita bisa minta tolong teman kita yang mengerti tentang dunia “desain dan cetak kaos” untuk membuatnya, kita akan untung lebih. dan yang pasti modal untuk beli kaos dan cetak tidak sampai 60rb.
ya..marketing itu unik !
October 27th, 2009 at 4:08 pm
menanggapi pertanyaan Yusuf
“gimana strateginya untuk menjual produk yang harganya mahal dan bajakannya merajalela di mana2?
Tolong ya mas…”
menurut saya adalah dengan meningkatkan prestige dari barang yang kita jual. Seperti dengan membeli barang tersebut, kita sekaligus menjadi private member dari sebuah produk. Kita tunjukan kalau anda membeli produk kami. anda sadar kalau anda sudah membayar harga yang pantas untuk kualitas barang nomor 1.
Sekian. maaf jika ada kekurangan