Sebenarnya bingung juga mau nulis kegundahan hati ini mengenai kenapa selalu negara kita lemah di mata dunia, bahkan di mata negara-negara ASEAN sendiri kita terlihat lemah. Padahal dulu, Indonesia merupakan negara yang disegani oleh negara lain. Bahkan Australia saja sampai takut kalau-kalau Indonesia akan menyerang mereka (sekitar tahun 1990 an).
Sekarang, bahkan negara serumpun kita sendiri sepertinya juga mulai memandang rendah kita, mungkin juga karena banyak TKI yang ke Malaysia atau Singapore sehingga menganggap bangsa kita adalah bangsa “budak“. Banyak kasus yang melibatkan WNI di negara tetangga kita yang selalu menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang salah. Contoh paling baru adalah pemukulan wasit Indonesia yang sedang bertugas membawa nama bangsa dan negara dipukuli dan dikeroyok oleh Polisi di Malaysia. Belum lagi kasus cukong Malaysia yang “mencuri” kayu Indonesia serta pencurian wilayah perbatasan Indonesia.
Kita sudah terlalu lama menjadi bangsa yang “tepo-seliro” dan terlalu menghormati negara lain tanpa mendapatkan imbangan kehormatan yang sama dari negara lain, dan kita tetap saja menghormati mereka. Apakah ini patron dari kultur orang jawa yang selalu “andap-asor” dan “tepo-seliro” ? Mungkinkan perlu pemimpin yang bukan dari latar belakang jawa ? Dua pertanyaan tersebut muncul dalam benak saya… yang juga menambah gundah hati ini karena saya sendiri orang jawa. Saya tidak ingin terkotak-kotak oleh pikiran etnis yang bisa membelenggu jiwa ini. Oleh karena itu saya hanya bisa berharap, bukan karena dua masalah itu kita seperti ini.
Hanya satu yang saya minta sebagai salah satu anak bangsa Indonesia, respect my country and i will respect yours !!
Popularity: 5%




